Penggelapan Pajak di Samsat Samosir Makan Korban Bripka AS, Warga Tetap Diwajibkan Bayar Tunggakan
Kamis, 30 Maret 2023 - 15:16 WIB
loading...
Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat anggota Polres Samosir, Bripka AS. Foto/iNews TV/Ahmad Ridwan Nasution
A
A
A
MEDAN - Kasus dugaan penggelapan pajak kendaraan bermotor di Samsat Pangururan Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp2,5 miliar. Bahkan, akibat kasus tersebut, seorang anggota Polres Samosir, Bripka AS tewas dengan cairan sianida.
Baca juga: Bripka AS Tewas Minum Sianida, Istri Minta Perlindungan LPSK
Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi (BPPR) Provinsi Sumatera Utara, akan melakukan pemeriksaan data terkait dugaan penggelapan pajak yang terjadi di Samsat Pangururan. Masyarakat yang menjadi korban penggelapan pajak tersebut, tetap diwajibkan membayar tunggakan pajak kendaraannya.
Dugaan penggelapan pajak kendaraan di Samsat Pangururan, yang melibatkan personel Polres Samosir, dan pegawai honorer Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Samosir, telah menjadi perhatian BPPR Provinsi Sumatera Utara.
Baca juga: Piala Dunia U-20 Batal Digelar di Indonesia, Ini Komentar Marselino Ferdinand ke Ganjar Pranowo
Kepala BPPR Provinsi Sumatera Utara, Achmad Fadly mengatakan, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan kembali untuk memastikan jumlah pajak kendaraan yang digelapkan. "Penyelarasan data ini, juga menunggu hasil laporan dari masyarakat yang dirugikan, sebab transaksi yang dilakukan para korban di luar dari sistem Samsat," ungkapnya.
Baca juga: Bripka AS Tewas Minum Sianida, Istri Minta Perlindungan LPSK
Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi (BPPR) Provinsi Sumatera Utara, akan melakukan pemeriksaan data terkait dugaan penggelapan pajak yang terjadi di Samsat Pangururan. Masyarakat yang menjadi korban penggelapan pajak tersebut, tetap diwajibkan membayar tunggakan pajak kendaraannya.
Dugaan penggelapan pajak kendaraan di Samsat Pangururan, yang melibatkan personel Polres Samosir, dan pegawai honorer Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Samosir, telah menjadi perhatian BPPR Provinsi Sumatera Utara.
Baca juga: Piala Dunia U-20 Batal Digelar di Indonesia, Ini Komentar Marselino Ferdinand ke Ganjar Pranowo
Kepala BPPR Provinsi Sumatera Utara, Achmad Fadly mengatakan, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan kembali untuk memastikan jumlah pajak kendaraan yang digelapkan. "Penyelarasan data ini, juga menunggu hasil laporan dari masyarakat yang dirugikan, sebab transaksi yang dilakukan para korban di luar dari sistem Samsat," ungkapnya.
Lihat Juga :