Banjir Bandang Lutra Renggut 36 Nyawa, 14.483 Orang Mengungsi
Sabtu, 18 Juli 2020 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah daerah dibantu dengan mitra terkait lainnya, seperti Palang Merah Indonesia masih terus melakukan penanganan darurat terhadap para warga yang mengungsi. Sebagian mereka berada di enam pos komando taktis di Radda, Masamba, Bone, Bone Tua dan Kantor Bupati Luwu Utara.
Raditya mengatakan BPBD setempat juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk warga terdampak berupa air bersih, obat-obatan, pakaian dalam wanita, popok balita dan lansia, selimut, sarung, peralatan pembersih rumah, family kits dan masker.
Raditya mengatakan pendataan untuk kerugian material bangunan pascabanjir bandang juga masih terus dilakukan. Data sementara hingga hari ini, kerugian mencakup rumah terdampak 4.202 unit, mikro usaha 61, tempat ibadah 13, sekolah 9, kantor pemerintah 8, fasilitas kesehatan 3, fasilitas umum 2, dan pasar tradisional 1.
"Banjir juga merusak lahan produktif berupa lahan pertanian dan persawahan seluas 460 hektare," kata Raditya Jati.
Baca Juga: Momen Sedih: Korban Banjir Bandang Cari Sisa Barang di Rumah yang Terendam Lumpur
Raditya mengatakan BPBD setempat juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk warga terdampak berupa air bersih, obat-obatan, pakaian dalam wanita, popok balita dan lansia, selimut, sarung, peralatan pembersih rumah, family kits dan masker.
Raditya mengatakan pendataan untuk kerugian material bangunan pascabanjir bandang juga masih terus dilakukan. Data sementara hingga hari ini, kerugian mencakup rumah terdampak 4.202 unit, mikro usaha 61, tempat ibadah 13, sekolah 9, kantor pemerintah 8, fasilitas kesehatan 3, fasilitas umum 2, dan pasar tradisional 1.
"Banjir juga merusak lahan produktif berupa lahan pertanian dan persawahan seluas 460 hektare," kata Raditya Jati.
Baca Juga: Momen Sedih: Korban Banjir Bandang Cari Sisa Barang di Rumah yang Terendam Lumpur
Lihat Juga :