alexametrics

Kisah Lawang Borotan, Pintu Belakang Saksi Bisu Kepergian SMB II

loading...
Kisah Lawang Borotan, Pintu Belakang Saksi Bisu Kepergian SMB II
Kisah Lawang Borotan, Pintu Belakang Saksi Bisu Kepergian SMB II. Foto/SINDOnews/Berli Zul
A+ A-
PALEMBANG - Di Kota Palembang terdapat bangunan atau tempat peninggalan jaman kesultanan atau sebelum kemerdekaan, yang masih kokoh hingga kini menjadi objek wisata minimal spot instagramable.

Salah satunya Lawang Borotan di Benteng Kuto Besak (BKB), yang terletak persis di samping Kantor Wali Kota Palembang.

Sesuai namanya, Lawang Borotan artinya pintu belakang atau gerbang bagian belakang. Terutama kaum milenial mungkin sebagian baru mengetahui keberadaan dan arti penting dari Lawang Borotan.

Karena sebelumnya, saksi bisu kepergian Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II untuk diasingkan ke Ternate ini tidak terawat atau tidak dirawat sama sekali.



Padahal, terakhir kalinya SMB II keluar dari Keraton Kuto Besak untuk dibawa ke Batavia dan diasingkan ke Ternate oleh Belanda keluar dari Lawang Borotan.

Sebelumnya, Lawang Borotan yang terletak di barat Keraton Kuto Besak yang kini menjadi Benteng Kuto Besak ini ditumbuhi tumbuhan liar. Akar menjuntai menutupi bagian gerbang setinggi sekitar tujuh meter itu hingga hampir merusak bangunan asli.



Penataan pembangunan kawasan BKB dan pelataran parkir telah lama dilakukan, namun Lawang Borotan baru dilirik dan dibersihkan sekitar 2019.

Pemkot Palembang bersama pihak terkait membuka Lawang Borotan yang berusia 200 tahun lebih itu menjadi objek wisata sejarah. Mengutip catatan sejarah, Lawang Borotan dibangun sekitar 1780.
halaman ke-1 dari 3
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
REKOMENDASI