Hidup Sebatang Kara, Kakek di Sorong Tewas Tertimbun Longsor
Sabtu, 18 Juli 2020 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Setelah sekian jam lamanya bekerja keras mengevakuasi jenazah korban. Warga akhirnya menyemayamkan jenazah korban ke rumah penduduk setempat, dan selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.
Hingga hari Jumat (17/7/2020) siang, ratusan warga Kota Sorong , masih bahu-membahu membersihkan seluruh jalan raya dan rumah-rumah penduduk yang terendam banjir, serta material longsoran.
(Baca juga: Wanita Aceh Selatan Ini Menitikkan Air Mata Saat Dihukum Cambuk )
Pasca musibah banjir dan tanah longsor, Pemkot Sorong, telah menyiapakan tenda-tenda darurat untuk penduduk yang terkena bencana. Namun sejumlah penduduk banyak yang mengungsi ke tempat yang aman, yakni ke keluarga mereka yang tidak terkena banjir. Sebagian lainnya memilih bertahan di rumah mereka yang berlantai dua.
Menurut Rustam, bencana banjir kali ini sangat besar. Banjir kali ini menyebabkan rumah Rustam dimasuki air dengan ketinggian sekitar satu meter. Hal ini mengakibatkan seluruh perabot rumahnya rusak. Tidak itu saja, usai banjir, banyak sampah berserakan di dalam rumahnya.
"Kami tidak mengungsi. Kami menyelamatkan diri di lantai dua. Bersama kelaurga dan kawan-kawan. Baru kali ini kami alami musibah seperti ini, dan sangat besar banjir semalam. Banyak barang kami yang rusak, alat-alat eletronik dan lainnya. Alhamdulillah kami semua selamat," ujarnya.
Sementara itu, paska bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sorong , Papua Barat, pihak otoritas setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong , mendata, sebanyak empat penduduk tewas dan tiga penduduk lainnya luka-luka.
Hingga hari Jumat (17/7/2020) siang, ratusan warga Kota Sorong , masih bahu-membahu membersihkan seluruh jalan raya dan rumah-rumah penduduk yang terendam banjir, serta material longsoran.
(Baca juga: Wanita Aceh Selatan Ini Menitikkan Air Mata Saat Dihukum Cambuk )
Pasca musibah banjir dan tanah longsor, Pemkot Sorong, telah menyiapakan tenda-tenda darurat untuk penduduk yang terkena bencana. Namun sejumlah penduduk banyak yang mengungsi ke tempat yang aman, yakni ke keluarga mereka yang tidak terkena banjir. Sebagian lainnya memilih bertahan di rumah mereka yang berlantai dua.
Menurut Rustam, bencana banjir kali ini sangat besar. Banjir kali ini menyebabkan rumah Rustam dimasuki air dengan ketinggian sekitar satu meter. Hal ini mengakibatkan seluruh perabot rumahnya rusak. Tidak itu saja, usai banjir, banyak sampah berserakan di dalam rumahnya.
"Kami tidak mengungsi. Kami menyelamatkan diri di lantai dua. Bersama kelaurga dan kawan-kawan. Baru kali ini kami alami musibah seperti ini, dan sangat besar banjir semalam. Banyak barang kami yang rusak, alat-alat eletronik dan lainnya. Alhamdulillah kami semua selamat," ujarnya.
Sementara itu, paska bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sorong , Papua Barat, pihak otoritas setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong , mendata, sebanyak empat penduduk tewas dan tiga penduduk lainnya luka-luka.
Lihat Juga :