Kearifan Lokal Berbuah Zona Hijau

Sabtu, 18 Juli 2020 - 07:35 WIB
loading...
Kearifan Lokal Berbuah...
Sebuah desa di kabuapten Kapuas Hulu menerapkan hukum adat dan protokol kesehatan untuk mencegah masuknya pandemi covid-19 kedesa mereka. Foto/Koran SINDO
A A A
KAPUAS HULU - Penerapan hukum adat dan protokol kesehatan yang ketat menjadi kunci masyarakat perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dalam menangkal pandemi corona. Sinergi dua hukum tersebut berbuah manis. Kapuas Hulu saat ini termasuk salah satu daerah zona hijau atau bebas Covid-19 .

Dua speedboat masing-masing berkekuatan 40 PK melaju kencang membelah permukaan air menuju sebuah pulau di Tengah Danau Sentarum. Langit cerah siang itu menghadirkan panorama danau yang indah. Berselang 15 menit, speedboat perlahan merapat ke dermaga Pulau Sepandan, sebuah pulau yang terletak di tengah-tengah Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Ini salah satu daerah yang memiliki wilayah berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

Dari kejauhan seorang pria bergegas menghampiri penumpang yang baru saja turun dari speedboat. Dengan ramah pria tersebut menjelaskan bahwa untuk sementara Pulau Sepandan tidak menerima kunjungan orang luar. Penutupan tersebut berkaitan dengan pembatasan sosial di tengah pandemi corona (Covid-19) .

“Mohon maaf, untuk kunjungan ataupun aktivitas apa pun di pulau-pulau dalam kawasan Danau Sentarum belum diperbolehkan. Kalau di danaunya tak apa," kata pria yang diketahui sebagai Kepala Resor Sepandan, Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). (Baca: Kasus Djoko Tjandra, Satu Lagi Pejabat Polri Dicopot)

Bukan hanya pulau-pulau kecil di Danau Sentarum yang ditutup. Akibat pandemi corona, semua tempat wisata bahkan dusun dan perkampungan adat di Kapuas Hulu juga ditutup. Bahkan, masyarakat adat tidak segan mengenakan denda bagi orang luar yang kedapatan berkunjung ke kampung-kampung adat.

Kearifan lokal tersebut berupa ritual adat yang selama ratusan tahun rutin dijalankan. Di antaranya berupa doa, upacara tolak bala, dan pengobatan tradisional. Kebijakan menutup rapat kampung atau dusun dari orang luar termasuk bagian dari aturan adat demi mencegah corona. Sepanjang jalan perbatasan mulai Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau sampai ke Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, hampir semua kampung atau dusun menutup akses dari orang luar.

Seperti yang dilakukan masyarakat Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sejak awal temuan dua kasus corona di Indonesia pada awal Maret lalu, warga dusun yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Desa Lubok Antu, Serawak, Malaysia ini, langsung melakukan upaya pencegahan. Masyarakat Suku Dayak Iban dan Melayu yang mayoritas mendiami kawasan perbatasan ini menggelar ritual adat memohon kepada leluhur dan yang Maha Pencipta agar terhindar dari pandemi Covid-19 .

Khusus masyarakat Dayak, penutupan kampung atau dusun diiringi ritual adat yang disebut Ba'samsam. Pelaksanaannya tetap berkoordinasi dengan pemerintahan setempat dan langsung dipimpin Dewan Adat Dayak (DAD) mulai tingkatan paling tinggi (pusat/provinsi), lalu kota/kabupaten untuk berikutnya dilanjutkan sampai ke dusun-dusun. (Baca: Hasil Survei, Warga DKI Jakarta Umumnya Belum Siap Memasuki New Normal)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Penampakan Upacara HUT...
Penampakan Upacara HUT ke-79 RI di Pos Lintas Batas Negara Badau Kalbar
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Kapuas Hulu Sambut...
Bupati Kapuas Hulu Sambut Kepulangan 137 Jamaah Haji dengan Penuh Haru
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Berita Terkini
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved