Kisah Syekh Maulana Ishaq Keturunan Ulama Rusia yang Mampu Lenyapkan Wabah Penyakit
Senin, 06 Maret 2023 - 04:01 WIB
loading...
A
A
A
Dalam hal ini metode dakwah yang dilakukan oleh Syekh Maulana Ishaq adalah mengajak masyarakat untuk mengikuti agama Islam secara bijaksana (dakwah bil-hikmah). Dengan menggunakan metode dakwah bilhikmah yang mempunyai arti bijaksana, dengan menggunakan akal budi yang mulia, dan hati yang bersih.
Ada beragam cara yang dilakukan oleh Syekh Maulana Ishaq dalam berdakwah menyebarkan agama Islam di Desa Kemantren. Pada bidang pendidikan, sebagaimana yang pernah dilakukan di Kerajaan Blambangan dalam berdakwah yaitu mendirikan masjid.
Syekh Maulana Ishaq dalam menyebarkan Islam di Desa Kemantren, juga mendirikan sebuah masjid. Pendirian masjid ini merupakan upaya dakwah yang pertama kali dilakukannya. Memang cara seperti ini kerap dilakukan oleh para wali sebagai basis dalam menyebarkan Islam.
Masjid merupakan tempat yang memiliki banyak fungsi. Masjid digunakan sebagai tempat untuk kegiatan salat berjamaah, belajar mengaji, untuk acara-acara keagamaan, dan bahkan untuk tempat tidur.
Dalam hal ini masjid memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam terutama dalam bidang pendidikan. Sebab, masjid pada saat itu juga digunakan sebagai pondok pesantren bagi para murid-muridnya atau para pengikutnya.
Baca juga: 45 Desa di Sambas Kalimantan Barat Terendam Banjir, Warga Mulai Mengungsi
Untuk bidang pendidikan, Syekh Maulana Ishaq berpusat di masjid tersebut, dan dalam pengajarannya Syekh Maulana Ishaq mengajarkan tentang, Ilmu syariat agama Islam, tentang iman dan taqwa, tentang kehidupan sosial masyarakat dan ilmu tasawuf.
Masjid seperti ini menjadi tempat yang penting dan signifikan dalam komunitas muslim, sebagai tempat pembelajaran agama Islam dari guru ke murid. Keberadaan masjid yang digunakan sebagai pondok pesantren ini merupakan lanjutan dari sistem pembelajaran pada masa Hindu-Budha yangdisebut dengan mandala.
Di samping mendirikan masjid sebagai sarana pendidikan, Syekh Maulana Ishaq juga membangun Bayang Gambang. Bayang Gambang merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk bermusyawarah untuk membahas strategi sekaligus tempat pengajaran ilmu agama untuk para pengikutnya.
Ada beragam cara yang dilakukan oleh Syekh Maulana Ishaq dalam berdakwah menyebarkan agama Islam di Desa Kemantren. Pada bidang pendidikan, sebagaimana yang pernah dilakukan di Kerajaan Blambangan dalam berdakwah yaitu mendirikan masjid.
Syekh Maulana Ishaq dalam menyebarkan Islam di Desa Kemantren, juga mendirikan sebuah masjid. Pendirian masjid ini merupakan upaya dakwah yang pertama kali dilakukannya. Memang cara seperti ini kerap dilakukan oleh para wali sebagai basis dalam menyebarkan Islam.
Masjid merupakan tempat yang memiliki banyak fungsi. Masjid digunakan sebagai tempat untuk kegiatan salat berjamaah, belajar mengaji, untuk acara-acara keagamaan, dan bahkan untuk tempat tidur.
Dalam hal ini masjid memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam terutama dalam bidang pendidikan. Sebab, masjid pada saat itu juga digunakan sebagai pondok pesantren bagi para murid-muridnya atau para pengikutnya.
Baca juga: 45 Desa di Sambas Kalimantan Barat Terendam Banjir, Warga Mulai Mengungsi
Untuk bidang pendidikan, Syekh Maulana Ishaq berpusat di masjid tersebut, dan dalam pengajarannya Syekh Maulana Ishaq mengajarkan tentang, Ilmu syariat agama Islam, tentang iman dan taqwa, tentang kehidupan sosial masyarakat dan ilmu tasawuf.
Masjid seperti ini menjadi tempat yang penting dan signifikan dalam komunitas muslim, sebagai tempat pembelajaran agama Islam dari guru ke murid. Keberadaan masjid yang digunakan sebagai pondok pesantren ini merupakan lanjutan dari sistem pembelajaran pada masa Hindu-Budha yangdisebut dengan mandala.
Di samping mendirikan masjid sebagai sarana pendidikan, Syekh Maulana Ishaq juga membangun Bayang Gambang. Bayang Gambang merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk bermusyawarah untuk membahas strategi sekaligus tempat pengajaran ilmu agama untuk para pengikutnya.
(eyt)
Lihat Juga :