Kisah Syekh Maulana Ishaq Keturunan Ulama Rusia yang Mampu Lenyapkan Wabah Penyakit
Senin, 06 Maret 2023 - 04:01 WIB
loading...
A
A
A
Sepenggal cerita rakyat itu, berkembang secara lisan di masyarakat Blambangan, yang kini menjadi wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Cerita rakyat itu, menggambarkan kehadiran Syekh Maulana Ishaq, yang memiliki darah keturunan dari Rusia.
Syekh Maulana Ishaq adalah seorang ulama yang berasal dari Samarqand, yakni daerah di dekat Bukhara-Rusia Selatan. Dia adalah salah satu ulama periode pertama yang dikirim oleh Sultan Turki Ustmani ke nusantara, dengan spesialisasi ahli pengobatan.
Baca juga: Cantik! Ini Wajah Ken Dedes Hasil Artificial Intelligence, Permaisuri Singasari yang Darahnya Mengaliri Para Raja Nusantara
Dia datang ke tanah Jawa pada 1404 Masehi, bersama dengan ayahnya Syekh Maulana Ahmad Jumadil Qubro (Husein Jamaluddin), dan kakaknya, Syekh Maulana Malik Ibrahim. Kisah karomah Syekh Maulana Ishaq berawal saat dia datang di Gresik tanah Jawa kemudian ke Blambangan.
Syekh Maulana Ishaq dikenal sebagai ayah dari Sunan Giri alias Raden Paku. Makam Syekh Maulana Ishaq ada yang meyakini berada di Gresik, tidak jauh dari alun-alun tepatnya di kompleks makam Maulana Malik Ibrahim di Desa Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.
Makam tersebut sering dikunjungi peziarah. Namun ada juga yang berkeyakinan bahwa makam Syekh Maulana Ishaq berada di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Berdasarkan penelitian Fasih Ulum, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, kedatangan Syekh Maulana Ishaq ke Desa Kemantren, terjadi sebanyak dua kali. Pertama di tahun 1443 M bertepatan dengan kelahiran anaknya yang bernama Raden Paku. Kedua sekitar tahun 1473 M setelah kembali dari Pasai.
Syekh Maulana Ishaq menetap di Desa Kemantren, dan menyebarkan Islam kepada masyarakat setempat dengan cara-cara yang damai, sopan dan santun, tidak dengan kekerasan, dan juga dengan cara-cara yang sesuaidengan keadaan sosial budaya yang menjadi kesukaan dari masyarakat pada saat itu.
Baca juga: Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
Syekh Maulana Ishaq adalah seorang ulama yang berasal dari Samarqand, yakni daerah di dekat Bukhara-Rusia Selatan. Dia adalah salah satu ulama periode pertama yang dikirim oleh Sultan Turki Ustmani ke nusantara, dengan spesialisasi ahli pengobatan.
Baca juga: Cantik! Ini Wajah Ken Dedes Hasil Artificial Intelligence, Permaisuri Singasari yang Darahnya Mengaliri Para Raja Nusantara
Dia datang ke tanah Jawa pada 1404 Masehi, bersama dengan ayahnya Syekh Maulana Ahmad Jumadil Qubro (Husein Jamaluddin), dan kakaknya, Syekh Maulana Malik Ibrahim. Kisah karomah Syekh Maulana Ishaq berawal saat dia datang di Gresik tanah Jawa kemudian ke Blambangan.
Syekh Maulana Ishaq dikenal sebagai ayah dari Sunan Giri alias Raden Paku. Makam Syekh Maulana Ishaq ada yang meyakini berada di Gresik, tidak jauh dari alun-alun tepatnya di kompleks makam Maulana Malik Ibrahim di Desa Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.
Makam tersebut sering dikunjungi peziarah. Namun ada juga yang berkeyakinan bahwa makam Syekh Maulana Ishaq berada di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Berdasarkan penelitian Fasih Ulum, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, kedatangan Syekh Maulana Ishaq ke Desa Kemantren, terjadi sebanyak dua kali. Pertama di tahun 1443 M bertepatan dengan kelahiran anaknya yang bernama Raden Paku. Kedua sekitar tahun 1473 M setelah kembali dari Pasai.
Syekh Maulana Ishaq menetap di Desa Kemantren, dan menyebarkan Islam kepada masyarakat setempat dengan cara-cara yang damai, sopan dan santun, tidak dengan kekerasan, dan juga dengan cara-cara yang sesuaidengan keadaan sosial budaya yang menjadi kesukaan dari masyarakat pada saat itu.
Baca juga: Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
Lihat Juga :