Sekolah Alam Kawasan Konservasi Wilmar, Tumbuhkan Siswa Cinta Lingkungan
Kamis, 16 Februari 2023 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
Senior Conservation Officer Wilmar Regional Kalteng, Forendadi mengatakan, saat ini pihaknya telah memiliki lebih dari 28.400 bibit pohon siap tanam. Langkah tersebut bertujuan untuk memulihkan daerah sempadan sungai, hutan yang terdegradasi, dan restorasi bekas-bekas daerah tambang masyarakat. “Dengan program penanaman pohon tersebut, satwa liar yang ada di area konservasi kami juga dapat ikut terjaga,” kata Forendadi.
Hingga kini telah ada 326 siswa yang telah mengikuti sekolah alam. Mereka berasal dari SDS Bina Bangsa 06, SDN 1 Tangar, SDS Pantap, SDN Kapuk, MIS Nurul Iman Tangar, dan SMP Bina Bangsa 03.
![Sekolah Alam Kawasan Konservasi Wilmar, Tumbuhkan Siswa Cinta Lingkungan]()
Pada 13-14 Agustus 2022, Gugus VI Habaring Hurung Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur mengadakan perkemahan Sabtu Minggu (Persami) bertema lingkungan hidup di hutan edukasi PT Mentaya Sawit Mas.
Pembina Pramuka SDS Bina Bangsa 06 M Syafiudin menjelaskan, kegiatan itu sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mereka bisa belajar mengenal dan mencintai lingkungan, hutan, dan flora-fauna di dalamnya.
“Kegiatan ini dapat menyatukan para siswa dengan alam sehingga mereka dapat belajar untuk mencintai dan menjaga alam ini tetap lestari. Saya berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” kata Syaifudin.
Hingga kini telah ada 326 siswa yang telah mengikuti sekolah alam. Mereka berasal dari SDS Bina Bangsa 06, SDN 1 Tangar, SDS Pantap, SDN Kapuk, MIS Nurul Iman Tangar, dan SMP Bina Bangsa 03.

Pada 13-14 Agustus 2022, Gugus VI Habaring Hurung Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur mengadakan perkemahan Sabtu Minggu (Persami) bertema lingkungan hidup di hutan edukasi PT Mentaya Sawit Mas.
Pembina Pramuka SDS Bina Bangsa 06 M Syafiudin menjelaskan, kegiatan itu sangat bermanfaat bagi anak-anak. Mereka bisa belajar mengenal dan mencintai lingkungan, hutan, dan flora-fauna di dalamnya.
“Kegiatan ini dapat menyatukan para siswa dengan alam sehingga mereka dapat belajar untuk mencintai dan menjaga alam ini tetap lestari. Saya berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” kata Syaifudin.
(poe)
Lihat Juga :