Ratusan Tenaga Medis di Muratara Demo Tuntut Fasilitas Kerja
Selasa, 28 April 2020 - 18:06 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, penyampaian aspirasi mereka sempat berjalan begitu alot saat audiensi perwakilan massa bertemu dengan beberapa anggota dewan maupun Sekda Muratara. Audiensi itu berjalan sekitar setengah jam untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Salah seorang pegawai RSUD Rupit, Apek, saat dimintai tanggapan mengenai tuntutan mereka di saat pandemi Corona, mengatakan bahwa demo terpaksa dilakukan agar diperhatikan dan dipenuhi oleh pemerintah daerah.
18 tuntutan yang mereka ajukan kebanyakan menyangkut penanganan COVID-19 di RSUD Rupit. Di antaranya, agar pemerintah memenuhi standar kebutuhan alat pelindung diri dalam penanganan pasien COVID-19. Memberikan suplemen atau gizi tambahan kepada perawat yang bertugas menangani COVID-19. Menempatkan petugas screening awal yang bertanggung jawab dan mengemban tugas yang baik di area IGD dan area poliklinik, serta menyediakan cuci tangan di area tersebut.
“Kami juga meminta agar menjalin kerja sama dengn pihak lain dalam menjaga keamanan dan ketertiban, baik dari pihak TNI maupun Polri demi kelancaran penanganan pasien COVID-19. Melakukan rapid test bagi seluruh pegawai RSUD Rupit tanpa terkecuali dan secara berkala, melakukan rapid test seluruh pasien yang masuk ke rumah sakit tanpa terkecuali. Lalu, membuat SOP yang sah dan berlaku di seluruh elemen rumah sakit yang ada di Rupit”.
Sementara Kapolres Muratara AKBP Adhi Witanto saat dikonfirmasi, membenarkan adanya aksi unjuk rasa tersebut. Namun aksi tersebut menurut Kapolres dilakukan tanpa pemberitahuan. "Jadi mereka melakukan aksinya tanpa pemberitahuan," kata Kapolres.
Salah seorang pegawai RSUD Rupit, Apek, saat dimintai tanggapan mengenai tuntutan mereka di saat pandemi Corona, mengatakan bahwa demo terpaksa dilakukan agar diperhatikan dan dipenuhi oleh pemerintah daerah.
18 tuntutan yang mereka ajukan kebanyakan menyangkut penanganan COVID-19 di RSUD Rupit. Di antaranya, agar pemerintah memenuhi standar kebutuhan alat pelindung diri dalam penanganan pasien COVID-19. Memberikan suplemen atau gizi tambahan kepada perawat yang bertugas menangani COVID-19. Menempatkan petugas screening awal yang bertanggung jawab dan mengemban tugas yang baik di area IGD dan area poliklinik, serta menyediakan cuci tangan di area tersebut.
“Kami juga meminta agar menjalin kerja sama dengn pihak lain dalam menjaga keamanan dan ketertiban, baik dari pihak TNI maupun Polri demi kelancaran penanganan pasien COVID-19. Melakukan rapid test bagi seluruh pegawai RSUD Rupit tanpa terkecuali dan secara berkala, melakukan rapid test seluruh pasien yang masuk ke rumah sakit tanpa terkecuali. Lalu, membuat SOP yang sah dan berlaku di seluruh elemen rumah sakit yang ada di Rupit”.
Sementara Kapolres Muratara AKBP Adhi Witanto saat dikonfirmasi, membenarkan adanya aksi unjuk rasa tersebut. Namun aksi tersebut menurut Kapolres dilakukan tanpa pemberitahuan. "Jadi mereka melakukan aksinya tanpa pemberitahuan," kata Kapolres.
(ihs)
Lihat Juga :