Kecantikan Roro Hoyi yang Membuat Amangkurat I Gelap Mata, Gantung Adipati Surabaya di Alun-alun
Sabtu, 11 Februari 2023 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Ma Oen dikenal bersosok ramah dan menyenangkan. Tapi yang paling menonjol adalah kemampuannya menjaga keamanan kawasan Pelabuhan Surabaya. Hal itu yang membuat Ma Oen memiliki kedekatan dengan Pangeran Pekik, Adipati Surabaya, bawahan Kerajaan Mataram.
Pada masa Sultan Agung Hanyakrakusuma (ayah Amangkurat I), Ma Oen ikut berjasa dalam operasi militer menaklukkan Giri Kedaton (Gresik) di bawah pimpinan Pangeran Pekik. "Sebagai balas jasa, Pangeran Pekik mengangkat Ma Oen sebagai demang dan menjadikannya penguasa Banyuwangi," demikian yang tertulis dalam buku Sejarah Nusantara yang Disembunyikan (2019).
Sebagai penguasa Banyuwangi, Ma Oen dianugerahi nama baru, yakni Mangunjaya. Ia menikahi seorang perempuan Jawa, di mana kemudian dianugerahi anak perempuan yang diberi nama Roro Hoyi.
Hoyi memesona sejak kecil. Pada saat menginjak usia remaja, kulit terang, mata sipit serta alis halus melengkung gadis berwajah rupawan itu menjadi buah bibir. Kabar tentang pesona itu sampai ke telinga Amangkurat I.
Baca juga: Sri Aji Kresna Kepakisan, Penguasa Bali yang Dikendalikan oleh Majapahit
Raja Mataram itu terpikat dan ingin memperistrinya. Roro Hoyi akhirnya diboyong ke keraton Mataram. Namun karena dianggap belum cukup dewasa, Roro Hoyi lebih dahulu dititipkan kepada Bei Wirorejo.
Hoyi mendapat pelajaran etika. Ia diajari bagaimana menerapkan laku unggah-ungguh di lingkungan keraton Mataram. Masalah timbul ketika Pangeran Tejaningrat, putra Amangkurat I diam-diam juga menaruh hati kepada Roro Hoyi.
Pada masa Sultan Agung Hanyakrakusuma (ayah Amangkurat I), Ma Oen ikut berjasa dalam operasi militer menaklukkan Giri Kedaton (Gresik) di bawah pimpinan Pangeran Pekik. "Sebagai balas jasa, Pangeran Pekik mengangkat Ma Oen sebagai demang dan menjadikannya penguasa Banyuwangi," demikian yang tertulis dalam buku Sejarah Nusantara yang Disembunyikan (2019).
Sebagai penguasa Banyuwangi, Ma Oen dianugerahi nama baru, yakni Mangunjaya. Ia menikahi seorang perempuan Jawa, di mana kemudian dianugerahi anak perempuan yang diberi nama Roro Hoyi.
Hoyi memesona sejak kecil. Pada saat menginjak usia remaja, kulit terang, mata sipit serta alis halus melengkung gadis berwajah rupawan itu menjadi buah bibir. Kabar tentang pesona itu sampai ke telinga Amangkurat I.
Baca juga: Sri Aji Kresna Kepakisan, Penguasa Bali yang Dikendalikan oleh Majapahit
Raja Mataram itu terpikat dan ingin memperistrinya. Roro Hoyi akhirnya diboyong ke keraton Mataram. Namun karena dianggap belum cukup dewasa, Roro Hoyi lebih dahulu dititipkan kepada Bei Wirorejo.
Hoyi mendapat pelajaran etika. Ia diajari bagaimana menerapkan laku unggah-ungguh di lingkungan keraton Mataram. Masalah timbul ketika Pangeran Tejaningrat, putra Amangkurat I diam-diam juga menaruh hati kepada Roro Hoyi.
Lihat Juga :