Rektor UNS Kukuhkan Guru Besar Ilmu Linguistik dan Ilmu Teknik Industri
Rabu, 15 Juli 2020 - 16:18 WIB
loading...
Pengukuhan dua guru besar UNS Solo bidang Ilmu Linguistik pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB), dan bidang Ilmu Teknik Industri pada Fakultas Teknik (FT) UNS, Rabu (15/7/2020). Foto: istimewa
A
A
A
SOLO - Dua guru besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo resmi dikukuhkan, Rabu (15/7/2020). Profesor Tri Wiratno dikukuhkan sebagai guru besar di bidang Ilmu Linguistik pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Sedangkan Profeso Wahyudi Sutopo dikukuhkan sebagai guru besar di bidang Ilmu Teknik Industri pada Fakultas Teknik (FT) UNS.
Pengukuhan dilakukan oleh Rektor UNS Solo Profesor Jamal Wiwoho di auditorium kampus setempat. “Kehadiran dua guru besar baru ini tentu akan menambah pundi-pundi jumlah guru besar UNS menjadi 223 orang, dimana 124 orang diantaranya merupakan guru besar aktif,” kata Jamal Wiwoho. Dirinya bangga dengan lahirnya guru besar baru UNS.
(Baca juga: Jalani Swab Test hingga 20 Kali, Pasien COVID-19 Ini Akhirnya Sembuh )
Sebab kehadiran keduanya akan memberikan angin segar berupa penguatan bidang riset dan inovasi yang merupakan salah satu garda utama menyongsong langkah UNS mewujudkan mimpi besarnya masuk dalam 500 ranking dunia. “Saat ini kita hidup di alam disruptif, baik yang disebabkan oleh serangan kemajuan teknologi informasi maupun serangan wabah Covid-19,” terangnya.
Kehadiran keduanya adalah sebuah fenomena alam yang harus dihadapi bersama karena akan berdampak pada perubahan tatanan kehidupan manusia di dunia. Kemudian menghadapi tekanan di era perubahan yang bercirikan speed (bergerak cepat), surprises (banyak kejutan), dan sudden shift (pergeseran tiba-tiba), nampaknya dibutuhkan kemampuan beradaptasi, perubahan paradigma berpikir dan kecepatan bertindak.
(Baca juga: Prihatin Pelajar Kecanduan Gawai, Perempuan asal Salatiga Ini Dirikan Taman Baca )
Kemampuan ini yang seharusnya dimiliki oleh para akademisi, yaitu dosen, peneliti dan utamanya guru besar. "Mereka sejatinya adalah ilmuwan yang mengajar. Sehingga pantas baginya disebut juga sebagai insan cendekia penggerak inovasi dan perubahan. Memang harus diakui bahwa perubahan adalah hal yang sulit dan penuh ketidaknyamanan," imbuh Jamal.
Pengukuhan dilakukan oleh Rektor UNS Solo Profesor Jamal Wiwoho di auditorium kampus setempat. “Kehadiran dua guru besar baru ini tentu akan menambah pundi-pundi jumlah guru besar UNS menjadi 223 orang, dimana 124 orang diantaranya merupakan guru besar aktif,” kata Jamal Wiwoho. Dirinya bangga dengan lahirnya guru besar baru UNS.
(Baca juga: Jalani Swab Test hingga 20 Kali, Pasien COVID-19 Ini Akhirnya Sembuh )
Sebab kehadiran keduanya akan memberikan angin segar berupa penguatan bidang riset dan inovasi yang merupakan salah satu garda utama menyongsong langkah UNS mewujudkan mimpi besarnya masuk dalam 500 ranking dunia. “Saat ini kita hidup di alam disruptif, baik yang disebabkan oleh serangan kemajuan teknologi informasi maupun serangan wabah Covid-19,” terangnya.
Kehadiran keduanya adalah sebuah fenomena alam yang harus dihadapi bersama karena akan berdampak pada perubahan tatanan kehidupan manusia di dunia. Kemudian menghadapi tekanan di era perubahan yang bercirikan speed (bergerak cepat), surprises (banyak kejutan), dan sudden shift (pergeseran tiba-tiba), nampaknya dibutuhkan kemampuan beradaptasi, perubahan paradigma berpikir dan kecepatan bertindak.
(Baca juga: Prihatin Pelajar Kecanduan Gawai, Perempuan asal Salatiga Ini Dirikan Taman Baca )
Kemampuan ini yang seharusnya dimiliki oleh para akademisi, yaitu dosen, peneliti dan utamanya guru besar. "Mereka sejatinya adalah ilmuwan yang mengajar. Sehingga pantas baginya disebut juga sebagai insan cendekia penggerak inovasi dan perubahan. Memang harus diakui bahwa perubahan adalah hal yang sulit dan penuh ketidaknyamanan," imbuh Jamal.
Lihat Juga :