Cegah Virus Masuk ke Sumut, Barang Impor Diperiksa Ketat

Selasa, 07 Februari 2023 - 21:38 WIB
loading...
Cegah Virus Masuk ke...
Balai Besar Karantina Belawan melakukan pemeriksaan terhadap barang pertanian impor yang masuk ke Sumatera melalui Pelabuhan Belawan, Selasa (7/2/2023). Foto: MPI/M Andi Yusri
A A A
MEDAN - Balai Besar Karantina Belawan melakukan pemeriksaan terhadap barang pertanian impor yang masuk ke Sumatera melalui Pelabuhan Belawan , kemarin. Hal itu demi mencegah virus makanan masuk ke Indonesia, khususnya wilayah Sumut.

Seluruh tenaga kerja bongkar muat menggunakan alat pelindung diri (APD) memeriksa sejumlah kontainer berisi kacang dan kurma impor yang masuk ke Sumatera Utara melalui Pelabuhan Belawan untuk mencegah penyebaran penyakit.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Lenny Hartati Harahap mengatakan, pihaknya melakukan pelatihan penanganan media pembawa Karantina dan keselamatan kerja kepada Tenaga Kerja Muat PT Graha Segara.

Baca juga: Meriah! Masyarakat Hindu Thamil Arak Kereta Kencana Berusia 132 Tahun saat Festival Thaipusam

"Yang diajarkan itu, bagaimana pengenalan media pembawa Karantina, pengenalan hama penyakit, kemudian juga bagaimana penanganan sampel di lapangan, bagaimana penanganan Alat Pelindung Diri (APD), kemudian keselamatan kerjanya," katanya di lokasi bongkar muat PT Graha Segara, Belawan, Selasa (7/2/2023).



Menurutnya, tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT) ini adalah mitra dalam melakukan pemeriksaan media pembawa Karantina, terutama dari luar negeri (impor).

"Karena saat di lapangan ini, seperti contoh kita buka kontainer kemungkinan masih ada airasianya, makanya kalau kita tidak pakai masker akan terhirup. Itu lah kita beri perhatian agar keselamatan ini terjamin di lapangan. Ini juga mengantisipasi bahaya penyakit di lapangan,’ ujarnya.

Dalam hal penanganannya, perlu ada peningkatan kompetensi dan ini pertama kali kita lakukan untuk peningkatan kompetensi se-Indonesia. "Ini untuk mendukung minimnya resiko. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, agar dapat lebih cepat penanganannya di lapangan. Ini berdampak positif," imbuhnya.

Baca juga: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi Ngamuk, Usir Massa Pendukung Ali Sutan Harahap

Dampaknya lanjutnya, bisa mengganggu kesehatan pekerja, makanya harus memakai sarung tangan khawatir itu akan menjadi penyakit pembawa. "Makanya sama-sama kita kawal hama penyakit, jangan sampai masuk ke Indonesia," tegasnya.

Dalam penanganan sejumlah barang pangan seperti kacang-kacangan dan kurma dari dua kontainer yang diambil sampelnya untuk dibawa ke laboratorium guna diperiksa. "Jika terdapat virus atau bakteri berbahaya, maka barang tersebut tidak diizinkan beredar. Gejalanya ada berbintik-bintik saat dilihat menggunakan kaca pembesar (lup)," sebutnya.

Sementara itu, Supervisi operasional TPFT PT Segara, Ahmad Safei menuturkan, dengan adanya petugas karantina yang melakukan pelatihan terhadap para buruh bongkar muat akan melakukan bongkar muat berbagai jenis barang impor.

"Dengan adanya pelatihan khusus terhadap para buruh bongkar muat. Selain dapat mempercepat proses bongkar muat, juga mencegah masuknya virus dari luar," tandasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Bareskrim Polri Gerebek...
Bareskrim Polri Gerebek New Zone Medan, Tempat Hiburan Malam Penjual Narkoba Tinggal Tunggu Waktu
Layanan Stroke Medan...
Layanan Stroke Medan Raih Pengakuan Internasional dari World Stroke Organization
Legislator Partai Perindo...
Legislator Partai Perindo Medan Binsar Simarmata Ajak Warga Jadi Relawan Adminduk, Perkuat Akses Layanan Publik
PLBN Aruk Gagalkan Penyelundupan...
PLBN Aruk Gagalkan Penyelundupan Daging Kelelawar Berisiko Penyakit Zoonosis
Dorong Mediasi, Tokoh...
Dorong Mediasi, Tokoh Pemuda Muslim Sumut Minta Tak Ada Sweeping Lapak Daging
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
BEM UPH Medan Gelar...
BEM UPH Medan Gelar Spirit Run 2026
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Sita Uang Rp2 M dan Logam Mulia setelah Geledah SDB di Medan
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Biar Anak Nyaman ke...
Biar Anak Nyaman ke Dokter Gigi, Medikids Serpong Hadirkan Beragam Fasilitas
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Infografis
43 Negara yang akan...
43 Negara yang akan Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved