HUT ke-79 RI, Komnas PA dan Komunitas Teman Baru Hadirkan Keceriaan bagi Anak-anak di Bantar Gebang
Senin, 12 Agustus 2024 - 15:04 WIB
loading...
Komnas Perlindungan Anak bersama Komunitas Teman Baru dan kreator konten lingkungan Jerhemy Owen menggelar kegiatan sosial di pemukiman sekitar TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto/Ist
A
A
A
BEKASI - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-79, Komnas Perlindungan Anak bersama Komunitas Teman Baru dan kreator konten lingkungan Jerhemy Owen menggelar kegiatan sosial di pemukiman sekitar Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi . Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keceriaan dan harapan bagi anak-anak yang tinggal di lingkungan tersebut.
Agustinus Sirait, Komisioner Komnas PA sekaligus adik dari mendiang Arist Merdeka Sirait, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak yang hidup di tengah tumpukan sampah. "Mereka bukan hanya hidup di lingkungan yang kotor, tetapi juga seperti terpisah dari dunia luar. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi mereka dan memberikan dukungan moral," ujar Agustinus.
Acara yang digelar di pemukiman Bantar Gebang ini diikuti oleh 32 anak dari lingkungan TPST, yang dengan antusias mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan. Bersama 32 anggota Komunitas Teman Baru, mereka diajak bermain, berlomba, dan berbagi cerita tentang cita-cita mereka.
Baca Juga: Paripurnakan Sampah, Achmad Husein Berguru ke Bantar Gebang Bekasi
Salah satu kegiatan yang menarik adalah ketika anak-anak diminta menuliskan dan menyebutkan cita-cita mereka. Meskipun hidup di lingkungan yang sulit, anak-anak ini tetap memiliki impian yang tinggi. Beberapa dari mereka bercita-cita menjadi atlet silat, pilot, dokter, hingga presiden. Namun, profesi guru menjadi pilihan yang paling banyak diimpikan oleh anak-anak tersebut.
Agustinus Sirait, Komisioner Komnas PA sekaligus adik dari mendiang Arist Merdeka Sirait, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak yang hidup di tengah tumpukan sampah. "Mereka bukan hanya hidup di lingkungan yang kotor, tetapi juga seperti terpisah dari dunia luar. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi mereka dan memberikan dukungan moral," ujar Agustinus.
Acara yang digelar di pemukiman Bantar Gebang ini diikuti oleh 32 anak dari lingkungan TPST, yang dengan antusias mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan. Bersama 32 anggota Komunitas Teman Baru, mereka diajak bermain, berlomba, dan berbagi cerita tentang cita-cita mereka.
Baca Juga: Paripurnakan Sampah, Achmad Husein Berguru ke Bantar Gebang Bekasi
Salah satu kegiatan yang menarik adalah ketika anak-anak diminta menuliskan dan menyebutkan cita-cita mereka. Meskipun hidup di lingkungan yang sulit, anak-anak ini tetap memiliki impian yang tinggi. Beberapa dari mereka bercita-cita menjadi atlet silat, pilot, dokter, hingga presiden. Namun, profesi guru menjadi pilihan yang paling banyak diimpikan oleh anak-anak tersebut.
Lihat Juga :