Kisah Legenda Orang-orang Gelap Blitar, dari Bromocorah Sekelas Kusni Kasdut hingga Samanhudi Anwar
Sabtu, 28 Januari 2023 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
Yang tidak banyak diketahui, pada peristiwa 10 November 1965 di Surabaya, Kusni Kasdut ikut berjuang di garda depan. Ia juga berjuang pada saat agresi Militer Belanda.
Petualangan Kusni Kasdut sebagai penjahat besar akhirnya berakhir. Setelah Presiden Soeharto menolak grasi yang diajukan, pada 6 Februari 1980 Kusni Kasdut menjalani eksekusi hukuman mati.
2. Sawito
Tak kalah dengan Kusni Kasdut. Sepak terjang Sawito juga menghebohkan tanah air. Sawito dituduh hendak melakukan makar kepada pemerintah Soeharto.
Sawito Kartowibowo lahir tahun 1932 di wilayah Sananwetan, Kota Blitar. Ia berlatar belakang pernah menjadi pegawai negeri sipil di departemen pertanian.
Pada 6 Oktober 1977, Sawito diadili di Pengadilan Negeri Jakarta. Uniknya, gerakan makar yang dituduhkan Sawito dimulai dari laku spiritual dengan mendatangi tempat keramat di nusantara.
Baca juga: Kisah Sawito, Lelaki Blitar yang Ditangkap Kaki Tangan Soeharto Atas Tuduhan Makar
Yang bikin heboh adalah adanya dokumen dengan pernyataan "Mundur untuk Maju Lebih Sempurna". Sawito mengarahkan dokumennya kepada Presiden Soeharto agar meletakkan jabatan.
Publik juga tersentak ketika gerakan Sawito juga menyeret nama Bung Hatta dan Buya Hamka selaku Ketua Majelis Islam Indonesia. Sawito dibela Yap Thiam Hien secara probono (gratis).
Namun Pemerintah Soeharto melalui Mensesneg Sudharmono menyatakan tegas Sawito hendak menggulingkan Presiden Soeharto dengan cara inkonstitusional. Sawito dituduh menyiapkan gerakan makar mulai 1972 hingga 1976. Pada 18 Juli 1978, Sawito dijatuhi vonis delapan tahun penjara dengan dipotong masa tahanan.
3. Samanhudi Anwar
Publik Blitar heboh. Pada Jumat (27/1/2023) mantan Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim. Samanhudi ditangkap atas dugaan sebagai otak perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso pada 12 Desember 2022.
Samanhudi Anwar lahir 8 Oktober 1957 di Blitar. Keluarga Samanhudi, terutama dari garis ayah berasal dari Bangkalan, Madura. Samanhudi memulai karir politik dari bawah.
Pada awal reformasi ia mengorganisir simpatisan pendukung Pro Mega dengan membentuk organ Kawulo Alit. Kelak Kawulo Alit menjadi sayap PDIP di Kota Blitar, dan berlangsung hingga kini.
Petualangan Kusni Kasdut sebagai penjahat besar akhirnya berakhir. Setelah Presiden Soeharto menolak grasi yang diajukan, pada 6 Februari 1980 Kusni Kasdut menjalani eksekusi hukuman mati.
2. Sawito
Tak kalah dengan Kusni Kasdut. Sepak terjang Sawito juga menghebohkan tanah air. Sawito dituduh hendak melakukan makar kepada pemerintah Soeharto.
Sawito Kartowibowo lahir tahun 1932 di wilayah Sananwetan, Kota Blitar. Ia berlatar belakang pernah menjadi pegawai negeri sipil di departemen pertanian.
Pada 6 Oktober 1977, Sawito diadili di Pengadilan Negeri Jakarta. Uniknya, gerakan makar yang dituduhkan Sawito dimulai dari laku spiritual dengan mendatangi tempat keramat di nusantara.
Baca juga: Kisah Sawito, Lelaki Blitar yang Ditangkap Kaki Tangan Soeharto Atas Tuduhan Makar
Yang bikin heboh adalah adanya dokumen dengan pernyataan "Mundur untuk Maju Lebih Sempurna". Sawito mengarahkan dokumennya kepada Presiden Soeharto agar meletakkan jabatan.
Publik juga tersentak ketika gerakan Sawito juga menyeret nama Bung Hatta dan Buya Hamka selaku Ketua Majelis Islam Indonesia. Sawito dibela Yap Thiam Hien secara probono (gratis).
Namun Pemerintah Soeharto melalui Mensesneg Sudharmono menyatakan tegas Sawito hendak menggulingkan Presiden Soeharto dengan cara inkonstitusional. Sawito dituduh menyiapkan gerakan makar mulai 1972 hingga 1976. Pada 18 Juli 1978, Sawito dijatuhi vonis delapan tahun penjara dengan dipotong masa tahanan.
3. Samanhudi Anwar
Publik Blitar heboh. Pada Jumat (27/1/2023) mantan Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim. Samanhudi ditangkap atas dugaan sebagai otak perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso pada 12 Desember 2022.
Samanhudi Anwar lahir 8 Oktober 1957 di Blitar. Keluarga Samanhudi, terutama dari garis ayah berasal dari Bangkalan, Madura. Samanhudi memulai karir politik dari bawah.
Pada awal reformasi ia mengorganisir simpatisan pendukung Pro Mega dengan membentuk organ Kawulo Alit. Kelak Kawulo Alit menjadi sayap PDIP di Kota Blitar, dan berlangsung hingga kini.
Lihat Juga :