Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, Pelajar SMP di Malang Membatik Massal
Rabu, 25 Januari 2023 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
Nanti di akhir program ini diharapkan setiap pelajar bisa menghasilkan satu karya batik yang dapat dijadikan output dari program Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Kurikulum Merdeka Belajar.
Sementara itu Ita Fitriyah owner Batik Tulis Lintang mengungkapkan, mengajarkan membatik secara langsung ke ratusan pelajar SMP memerlukan trik khusus. Apalagi ada beberapa bahasa dan komunikasi yang perlu disederhanakan agar memudahkan remaja ini untuk belajar membatik.
"Untuk di kalangan milineal harus fun, harus senang dulu, pendekatannya juga berbeda, dengan cara harus dikenalkan dulu dengan yang ringan-ringan kalau mereka sudah senang, akan mudah untuk kita mentranslate keilmuan batik tulis itu sendiri," ucap Ita Fitriyah.
Apalagi kunjungan 355 siswa ditambah 25 guru ini menjadi yang terbesar selama ini ke galeri Batik Lintang, sehingga memerlukan penanganan khusus agar para pelajar bisa enjoy.
"Antusias tadi euforia bagus, yang belum tahu sama sekali menjadikan tahu, menjadikan senang, menjadikan ingin antusias untuk membatik-membatik, itu tujuannya dulu. Baru nanti ingin melakukan untuk produksi," bebernya.
Ita berharap bila para pelajar SMPN ini mampu meneruskan warisan budaya Indonesia yang perlu terus dilestarikan ini. Sehingga para pelajar yang awalnya tidak kenal batik menjadi kenal, yang tidak senang batik, menjadi lebih mencintai budayanya sendiri.
"Nantinya itu yang menjadi bekal kami yang tidak kenal pun bisa menjadi senang, apalagi yang sudah kenal," tukasnya.
Sementara itu Ita Fitriyah owner Batik Tulis Lintang mengungkapkan, mengajarkan membatik secara langsung ke ratusan pelajar SMP memerlukan trik khusus. Apalagi ada beberapa bahasa dan komunikasi yang perlu disederhanakan agar memudahkan remaja ini untuk belajar membatik.
"Untuk di kalangan milineal harus fun, harus senang dulu, pendekatannya juga berbeda, dengan cara harus dikenalkan dulu dengan yang ringan-ringan kalau mereka sudah senang, akan mudah untuk kita mentranslate keilmuan batik tulis itu sendiri," ucap Ita Fitriyah.
Apalagi kunjungan 355 siswa ditambah 25 guru ini menjadi yang terbesar selama ini ke galeri Batik Lintang, sehingga memerlukan penanganan khusus agar para pelajar bisa enjoy.
"Antusias tadi euforia bagus, yang belum tahu sama sekali menjadikan tahu, menjadikan senang, menjadikan ingin antusias untuk membatik-membatik, itu tujuannya dulu. Baru nanti ingin melakukan untuk produksi," bebernya.
Ita berharap bila para pelajar SMPN ini mampu meneruskan warisan budaya Indonesia yang perlu terus dilestarikan ini. Sehingga para pelajar yang awalnya tidak kenal batik menjadi kenal, yang tidak senang batik, menjadi lebih mencintai budayanya sendiri.
"Nantinya itu yang menjadi bekal kami yang tidak kenal pun bisa menjadi senang, apalagi yang sudah kenal," tukasnya.
(don)
Lihat Juga :