Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, Pelajar SMP di Malang Membatik Massal
Rabu, 25 Januari 2023 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau tahu dari televisi dan internet biasanya, cuma kalau langsung membatik baru kali ini. Agak susah, apalagi buat motif dan mewarnainya, perlu kesabaran dan ketelitian," ucap Stefa. Baca juga: Peringati HUT ke-77 RI, Atdikbud Canberra Gelar Workshop Batik Kontemporer
Sementara itu, koordinator guru SMPN 1 Pandaan Narto menjelaskan, kunjungan ke Batik Lintang dan praktek membatik ini diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas VII SMPN 1 Pandaan. Dimana ada 355 pelajar dan 25 guru pengajar yang dilibatkan.
"Ini rangkaian kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 itu amanah dari kurikulum belajar. Tujuannya adalah menumbuhkan karakter profil pelajar Pancasila," kata Narto.
Narto menambahkan, di P5 yang diterapkan di sekolah ada tiga tema yang diambil, dimana tema kedua ini kearifan lokal yang akhirnya memilih batik sebagai bagian dari implementasi program dari Kurikulum Merdeka Belajar.
"Kearifan lokal yang kita ambil ini batik, karena kita ingin menjadi pelestari batik sendiri. Kemudian yang kita ambil juga dari proyek ini kita bisa mengembangkan dimensi pelajar pancasila adalah gotong royong," paparnya.
Terlebih kata Narto, di SMPN 1 Pandaan ada ekstrakurikuler membatik yang juga diajarkan oleh salah satu pengerajin batik di Kabupaten Malang. Sehingga di kegiatan ini pelajar juga bisa mampu berpraktek sekaligus menyelami tentang batik.
"Karena membatik, apalagi dalam tahap belajar ini tidak bisa diselesaikan sendirian. Harus bekerjasama memunculkan komunikasi antar anggota kelompok," terangnya.
Sementara itu, koordinator guru SMPN 1 Pandaan Narto menjelaskan, kunjungan ke Batik Lintang dan praktek membatik ini diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas VII SMPN 1 Pandaan. Dimana ada 355 pelajar dan 25 guru pengajar yang dilibatkan.
"Ini rangkaian kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 itu amanah dari kurikulum belajar. Tujuannya adalah menumbuhkan karakter profil pelajar Pancasila," kata Narto.
Narto menambahkan, di P5 yang diterapkan di sekolah ada tiga tema yang diambil, dimana tema kedua ini kearifan lokal yang akhirnya memilih batik sebagai bagian dari implementasi program dari Kurikulum Merdeka Belajar.
"Kearifan lokal yang kita ambil ini batik, karena kita ingin menjadi pelestari batik sendiri. Kemudian yang kita ambil juga dari proyek ini kita bisa mengembangkan dimensi pelajar pancasila adalah gotong royong," paparnya.
Terlebih kata Narto, di SMPN 1 Pandaan ada ekstrakurikuler membatik yang juga diajarkan oleh salah satu pengerajin batik di Kabupaten Malang. Sehingga di kegiatan ini pelajar juga bisa mampu berpraktek sekaligus menyelami tentang batik.
"Karena membatik, apalagi dalam tahap belajar ini tidak bisa diselesaikan sendirian. Harus bekerjasama memunculkan komunikasi antar anggota kelompok," terangnya.
Lihat Juga :