Menelisik Gua Suci Tersembunyi Era Kerajaan Majapahit Buatan Manusia
Jum'at, 20 Januari 2023 - 05:38 WIB
loading...
A
A
A
Hal itu diperkuat dengan pahatan angka tahun di salah satu dinding goa menggunakan angka Jawa kuno yang menyebut tahun 1026. Tampak juga goresan gambar wayang yang merupakan salah satu bagian cerita Arjunawiwaha serta gambar-gambar (artefak) seperti lengkungan yang hingga kini belum diketahui maksudnya.
![Menelisik Gua Suci Tersembunyi Era Kerajaan Majapahit Buatan Manusia]()
Baca juga: Riwayat Ken Arok dan Kutukan Keris Empu Gandring
Selain itu, keistimewaan Goa Suci juga terdapat pada warna dinding goa, pahatan-pahatan kuno, hingga Ray of Light dari celah atap dan mulut goa yang sangat indah. Goa ini memiliki kedalaman sekitar 14 meter, dengan atap kerucut dan berlubang dengan dinding goa yang berundak-undak.
Saat memasuki halaman Gua Suci ini, bebatuan dengan seni pahatan yang cukup menakjubkan langsung terlihat, mengingat pembuatannya di masa lampau tanpa ada alat yang canggih. Terdapat beberapa sekat-sekat yang dahulu diduga sebagai sebuah ruangan.
Wisatawan juga bisa masuk ke dalam area gua dan menyusuri keindahan dinding dan beberapa langit-langit gua yang belum mengalami keruntuhan. Di dalam gua juga terlihat pahatan yang lebih detail dimana batu dinding gua ini dipahat dan terlihat menyerupai bebatuan yang disusun secara rapi dan tentunya terlihat indah. Gua Suci diketahui memiliki kedalam sekitar 14 meter dengan atapnya yang berbentuk kerucut.
Ditambah dengan pencahayaan yang cukup berada di dalam gua ini tidak terasa begitu pengap ataupun lembab. Bagian atap gua yang telah runtuh menjadi celah masuknya cahaya, yang kerap disebut ‘cahaya dari surga’ atau Ray of Light.
Sumber:
Sindonews/okezone/inews

Baca juga: Riwayat Ken Arok dan Kutukan Keris Empu Gandring
Selain itu, keistimewaan Goa Suci juga terdapat pada warna dinding goa, pahatan-pahatan kuno, hingga Ray of Light dari celah atap dan mulut goa yang sangat indah. Goa ini memiliki kedalaman sekitar 14 meter, dengan atap kerucut dan berlubang dengan dinding goa yang berundak-undak.
Saat memasuki halaman Gua Suci ini, bebatuan dengan seni pahatan yang cukup menakjubkan langsung terlihat, mengingat pembuatannya di masa lampau tanpa ada alat yang canggih. Terdapat beberapa sekat-sekat yang dahulu diduga sebagai sebuah ruangan.
Wisatawan juga bisa masuk ke dalam area gua dan menyusuri keindahan dinding dan beberapa langit-langit gua yang belum mengalami keruntuhan. Di dalam gua juga terlihat pahatan yang lebih detail dimana batu dinding gua ini dipahat dan terlihat menyerupai bebatuan yang disusun secara rapi dan tentunya terlihat indah. Gua Suci diketahui memiliki kedalam sekitar 14 meter dengan atapnya yang berbentuk kerucut.
Ditambah dengan pencahayaan yang cukup berada di dalam gua ini tidak terasa begitu pengap ataupun lembab. Bagian atap gua yang telah runtuh menjadi celah masuknya cahaya, yang kerap disebut ‘cahaya dari surga’ atau Ray of Light.
Sumber:
Sindonews/okezone/inews
(nic)
Lihat Juga :