5 Banjir Besar Melanda Indonesia Sepanjang 2022, Nomor 4 Berlangsung Hampir Sebulan

Rabu, 28 Desember 2022 - 06:47 WIB
Sejumlah bangunan masih terendam genangan banjir dengan ketinggian bervariasi. Di antaranya bangunan rumah sakit umum (RSU) Sayang Ibu di Jalan Lintas Melawai No 32 Sintang.

Kondisi rumah sakit tersebut tak ada aktivitas lantaran terendam hingga separuh pintu. Begitu juga kantor dan pertokoan di kawasan Lintas Melawai masih terendam.

Semuanya tutup karena terendam banjir bandang. Warga di Sintang terpaksa menggunakan perahu kecil untuk keluar rumah mencari bahan makanan.

5. Makassar



Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar dalam 3 hari terakhir mengakibatkan sejumlah kecamatan terendam. Tiga kecamatan itu yakni, Manggala, Biringkanaya dan Tamalanrea.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, dampak banjir dilaporkan terjadi di 15 kelurahan dari 3 kecamatan tersebut.

Total saat ini ada 1.954 kepala keluarga (KK) atau 6.644 jiwa yang terdampak banjir Makassar dengan jumlah rumah terendam sebanyak 2.646 unit.

Sementara itu, ada 2 kecamatan yang mengalami banjir cukup parah hingga membuat warga mengungsi. Saat ini, tercatat ada 609 jiwa yang mengungsi di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya.

Khusus di Kecamatan Manggala, ada 92 KK atau 364 jiwa yang kini mengungsi. Para pengungsi tersebar di 7 lokasi.

Selanjutnya di Kecamatan Biringkanaya, ada 59 KK atau 245 jiwa yang mengungsi. Mereka tersebar di 5 lokasi pengungsian.

Selain itu, juga dilaporkan ada 28 titik pohon tumbang selama 3 hari terakhir di Makassar. Akibat pohon tumbang itu 10 KK atau 32 jiwa terdampak.

Kepala Pelaksana BPDB Makassar Achmad Hendra Hakamuddin menyebutkan, banjir yang terjadi di Makassar ini akibat curah hujan yang terus mengguyur Makassar sejak Sabtu (24/12/2022) pagi. Korban terdampak banjir kini diungsikan di sejumlah wilayah.

"Titik pengungsian yang sudah ada setiap tahunnya yakni Masjid Jabal Nur Antang, Masjid Arrahman, Warkop Gomacca, Masjid Nur Ikhlas dan TK Tri Kodam," ucap Hendra.

Upaya pemenuhan dasar para korban bantuan sandang, pangan air bersih dan kesehatan. Pihaknya juga menyiagakan 60 petugas yang disebar di titik banjir.

Mereka bertugas untuk memastikan kebutuhan pengungsi. "Tim evakuasi 35 orang, tim assesmen 15 orang dan ada juga tim medis 10 orang," pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!