Hingga Mei Kasus DBD di Cimahi Sebanyak 214, Meninggal 1 Orang
Jum'at, 03 Juli 2020 - 20:08 WIB
Dia menyebutkan, hingga Mei 2020, kasus DBD di Kota Cimahi telah menyasar terhadap 214 warga Kota Cimahi. Rinciannya di Januari ada 55 kasus, Februari 59, Maret 42, April ada 40 dan Mei 18 kasus. Sedangkan Juni data masih direkap. Jika melihat data tersebut kasusnya cenderung turun, namun pihaknya tetap waspada jika sewaktu-waktu ada lonjakan.
Mengingat masih dalam masa penularan, pihaknya meminta masyarakat tetap waspada sebab DBD sukar untuk diprediksi. Terlebih Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artinya selalu ada temuan setiap tahunnya. "Cimahi ini kan masuknya ebdemis, maka setiap tahun selalu ada temuan kasus," ujar dia.
Menurut dia, cara mudah dan efektif mencegah penularan DBD salah satunya melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Yakni Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing. Ini dikarenakan jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan air hujan yang bening di tempat-tempat lembab.
Disinggung soal fogging, menurut dia, akan tetap dilakukan berdasarkan verifikasi Puskemas di lapangan. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan anjuran terkini seputar pencegahan COVID-19. Seperti menggunakan masker, physical serta social distancing. "Foging akan dilakukan dengan menghindari kerumunan massa," pungkas dia.
Mengingat masih dalam masa penularan, pihaknya meminta masyarakat tetap waspada sebab DBD sukar untuk diprediksi. Terlebih Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artinya selalu ada temuan setiap tahunnya. "Cimahi ini kan masuknya ebdemis, maka setiap tahun selalu ada temuan kasus," ujar dia.
Menurut dia, cara mudah dan efektif mencegah penularan DBD salah satunya melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Yakni Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing. Ini dikarenakan jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan air hujan yang bening di tempat-tempat lembab.
Disinggung soal fogging, menurut dia, akan tetap dilakukan berdasarkan verifikasi Puskemas di lapangan. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan anjuran terkini seputar pencegahan COVID-19. Seperti menggunakan masker, physical serta social distancing. "Foging akan dilakukan dengan menghindari kerumunan massa," pungkas dia.
(nth)
Lihat Juga :