Kecewa, Mahasiswa Lempari Gedung DPRD Banten dengan Tomat Busuk
Jum'at, 26 Juni 2020 - 18:06 WIB
"Yang kami bawa hari ini bisa diartikan sebagai matinya keberanian DPRD Provinsi Banten, karena tidak mau melanjutkan hak interpelasi kepada Gubenur Banten," ucap Soleh. (Baca juga: Anak Petani Asal Paluta Raih Adhi Makayasa Taruna AAU 2020 )
Mahasiswa juga menduga, ditundanya hak interpelasi diakibatkan taburan beras disebabkan beras yang disalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari BJB kepada setiap anggota dewan menjadi kunci sukses membungkam anggota DPRD Provinsi Banten, untuk menunda hak interpelasi.
Ketua umum HMI Cabang Serang, Faisal Dudayef Payumi Padma mengatakan, dirinya kecewa atas sikap para anggota DPRD Provinsi Banten, yang kendor terhadap hak interpelasi. "Saya kecewa atas ditundanya hak interpelasi kepada Gubernur Banten. Apa karena ada taburan beras, sehingga dewan enggan melanjutkan hak interpelasinya?" katanya.
(Baca juga: Tangis Haru Sumiyati, Pulang Dari Papua Diantar Prajurit Kostrad )
Dirinya menjelaskan, pentingnya hak interpelasi karena disitulah Gubenur Banten dapat menjelaskan kepada masyarakat melalui para anggota DPRD Provinsi Banten, terkait pemindahan RKUD dan penggabungan Bank Banten ke Bank BJB di tengah pandemi COVID-19.
Mahasiswa juga menduga, ditundanya hak interpelasi diakibatkan taburan beras disebabkan beras yang disalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari BJB kepada setiap anggota dewan menjadi kunci sukses membungkam anggota DPRD Provinsi Banten, untuk menunda hak interpelasi.
Ketua umum HMI Cabang Serang, Faisal Dudayef Payumi Padma mengatakan, dirinya kecewa atas sikap para anggota DPRD Provinsi Banten, yang kendor terhadap hak interpelasi. "Saya kecewa atas ditundanya hak interpelasi kepada Gubernur Banten. Apa karena ada taburan beras, sehingga dewan enggan melanjutkan hak interpelasinya?" katanya.
(Baca juga: Tangis Haru Sumiyati, Pulang Dari Papua Diantar Prajurit Kostrad )
Dirinya menjelaskan, pentingnya hak interpelasi karena disitulah Gubenur Banten dapat menjelaskan kepada masyarakat melalui para anggota DPRD Provinsi Banten, terkait pemindahan RKUD dan penggabungan Bank Banten ke Bank BJB di tengah pandemi COVID-19.
Lihat Juga :