Business Talk FEB Unisma: Tantangan Ekonomi di Tengah Pandemi
Kamis, 25 Juni 2020 - 11:44 WIB
"Jauh sebelum pandemi COVID-19, kita sudah dalam tekanan perang dagan China, dengan AS. Saat pandemi COVID-19 tantangannya semakin besar, karena ada pembatasan-pembatasan sosial untuk memutus rantai penularan COVID-19. Pembatasan ini tentunya berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Diana.
Dia menyebutkan, berbagai tekanan itu membuat target pertumbuhan ekonomi triwulan pertama yang dicanangkan pemerintah sebesar 2,97% gagal dicapai. Bahkan, diprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, bisa terjun bebas dikisaran -0,4% sampai dengan -2,3 %.
"Normal baru yang dicanangkan pemerintah, perlu adanya tatanan baru di bidang perekonomian. Mengingat tantangan perdagangan global dan nasional semakin kompleks. Pemerintah harus membuat terobosan baru dalam bentuk kebijakan diberbagai sektor, agar mampu menyelamatkan masyarakat baik dari sisi kesehatan dan menggairahkan perekonomian Indonesia," ucapnya.
(Baca juga: 156 TKA China Tiba, Kerusuhan Pecah di Dekat Bandara Haluoleo )
Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto dalam materinya diacara Business Talk FEB Unisma ini menyebutkan, saat ini Indonesia didera tantangan perdagangan global dan nasional semakin kompleks, sehingga kebijakan strategis bidang sektor perdagangan selama normal baru memberikan prioritas pada keselamatan masyarakat sekaligus mengamankan perekonomian.
Ada tiga poin penting peran sektor perdagangan untuk memajukan perekonomian nasional. Yaitu, pertama perekonomian dan kinerja perdagangan global dan nasional; kedua adalah lingkungan strategis yang mempengaruhi kebijakan sektor perdagangan guna memajukan perekonomian nasional; dan ketiga, analisis internal dan eksternal terkait kebijakan sektor perdagangan.
Dia menyebutkan, berbagai tekanan itu membuat target pertumbuhan ekonomi triwulan pertama yang dicanangkan pemerintah sebesar 2,97% gagal dicapai. Bahkan, diprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, bisa terjun bebas dikisaran -0,4% sampai dengan -2,3 %.
"Normal baru yang dicanangkan pemerintah, perlu adanya tatanan baru di bidang perekonomian. Mengingat tantangan perdagangan global dan nasional semakin kompleks. Pemerintah harus membuat terobosan baru dalam bentuk kebijakan diberbagai sektor, agar mampu menyelamatkan masyarakat baik dari sisi kesehatan dan menggairahkan perekonomian Indonesia," ucapnya.
(Baca juga: 156 TKA China Tiba, Kerusuhan Pecah di Dekat Bandara Haluoleo )
Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto dalam materinya diacara Business Talk FEB Unisma ini menyebutkan, saat ini Indonesia didera tantangan perdagangan global dan nasional semakin kompleks, sehingga kebijakan strategis bidang sektor perdagangan selama normal baru memberikan prioritas pada keselamatan masyarakat sekaligus mengamankan perekonomian.
Ada tiga poin penting peran sektor perdagangan untuk memajukan perekonomian nasional. Yaitu, pertama perekonomian dan kinerja perdagangan global dan nasional; kedua adalah lingkungan strategis yang mempengaruhi kebijakan sektor perdagangan guna memajukan perekonomian nasional; dan ketiga, analisis internal dan eksternal terkait kebijakan sektor perdagangan.
Lihat Juga :