Nasib Pasar Sawahan Mojokerto, Tunggu Hasil Swab COVID-19

Jum'at, 19 Juni 2020 - 17:10 WIB
"Kita tunggu hasil swab, seminggu lagi hasil baru turun. Setelah itu, kita baru akan melakukan kajian dengan Tim Gugus Tugas. Sehingga pasar tetap beroperasi, tidak ada penutupan," imbuhnya. (Baca juga : Pasien COVID-19 Membeludak, Pemkot Mojokerto Tambah Ruang Isolasi )

Ada banyak konsekuensi yang harus diterima jika penutupan sementara Pasar Sawahan dilakukan Pemkab. Di antarannya sektor ekonomi, mengingat Pasar Sawahan menjadi salah satu lokasi transaksi perniagaan di Kabupaten Mojokerto. Jika dilakukan penutupan, tentunya akan berdampak kepada para pedagang.

"Belum lagi pekerja yang mengais rejeki dari situ, misalnya buruh toko, tukang becak, dan lain sebagainya. Karena menutup pasar dampaknya luar biasa. Aspek sosial, ekonomi, kesehatan," terang Ardi.

Disisi lain, Pemkab Mojokerto juga terus berupaya untuk menyiapkan tatanan masyarakat baru atau new normal, sesuai intruksi dari Pemerintah Pusat. Salah satunya dengan cara melakukan rapid test di beberapa titik lain.

Dalam kurun waktu empat hari terakhir, ada sebanyak 1.792 warga yang menjalani rapid test. Lokasinya, lanjut Ardi, berada di lima pasar tradisional dan dua desa di Kabupaten Mojokerto. Dari 1.792 orang yang dilakukan tes cepat itu, sebanyak 112 diantaranya dinyatakan reaktif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!