Bahas LKPJ, Dewan Pertanyakan Penurunan PAD dan Realisasi Fisik
Selasa, 19 April 2022 - 09:27 WIB
Rapat pembahasan LKP Wali Kota Palopo TA 2021, berlangsung alot, Senin (18/4/2022). Foto/Chaeruddin
PALOPO - Rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKP) Wali Kota Palopo, Tahun Anggaran (TA) 2021, berlangsung alot, Senin (18/4/2022).
Pasalnya, 7 anggota Badan Anggaran (Banggar) yang hadir di Ruang Musyawarah, mempertanyakan sejumlah laporan Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo .
Diantaranya, terkait penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2021, progres sejumlah proyek yang tidak sampai 100 persen, hingga persoalan pelayanan kesehatan.
"Bukan mencari-cari kesalahan, tetapi bagaimana kita bisa aman terkait LKPJ Wali Kota Palopo," kata Anggota Banggar, Baharman Supri.
"Semua realisasi PAD tahun 2021 turun jika dibanding kan PAD 2020. Ini yang perlu diperjelas Pemerintah Kota Palopo, kendala-kendala yang dialami sehingga terjadi penurunan PAD hampir di segala sektor," lanjutnya.
Baca Juga: Belum Bahas LKPJ, DPRD Palopo Diminta Tingkatkan Kinerja
Sementara itu, Anggota Banggar lainnya, Andi Herman Wahidin, dalam kesempatan yang sama mempertanyakan kegiatan fisik secara umum. Alasan tidak terealisasinya hingga 100 persen sementara anggarannya terserap 10 persen disoal.
Pasalnya, 7 anggota Badan Anggaran (Banggar) yang hadir di Ruang Musyawarah, mempertanyakan sejumlah laporan Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo .
Diantaranya, terkait penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2021, progres sejumlah proyek yang tidak sampai 100 persen, hingga persoalan pelayanan kesehatan.
"Bukan mencari-cari kesalahan, tetapi bagaimana kita bisa aman terkait LKPJ Wali Kota Palopo," kata Anggota Banggar, Baharman Supri.
"Semua realisasi PAD tahun 2021 turun jika dibanding kan PAD 2020. Ini yang perlu diperjelas Pemerintah Kota Palopo, kendala-kendala yang dialami sehingga terjadi penurunan PAD hampir di segala sektor," lanjutnya.
Baca Juga: Belum Bahas LKPJ, DPRD Palopo Diminta Tingkatkan Kinerja
Sementara itu, Anggota Banggar lainnya, Andi Herman Wahidin, dalam kesempatan yang sama mempertanyakan kegiatan fisik secara umum. Alasan tidak terealisasinya hingga 100 persen sementara anggarannya terserap 10 persen disoal.
Lihat Juga :