Penjaga Karst Rammang-rammang Iwan Dento Raih Penghargaan Kick Andy Heroes
Senin, 28 Maret 2022 - 12:39 WIB
Sebagai informasi, Kick Andy Heroes ini dihadiri langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, beberapa waktu lalu.
Selain Kick Andy Heroes, Iwan Dento juga telah dianugerahi penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Meskipun hanya sampai di 20 besar nominasi penerima penghargaan Kalpataru 2020 dan tahun ini kembali diusulkan sebagai calon penerima Kalpataru 2022.
Penghargaan tersebut diperuntukkan bagi mereka yang telah menjadi pemerhati lingkungan selama 5 tahun lebih.
Sosok Iwan Dento yang sederhana ini terlihat jelas, ketika para pelancong Wisata kars berkunjung ke rumah pria kelahiran Maros 10 Oktober 1980 tersebut.
Baca Juga: Sandiaga Uno Dorong Rammang-rammang Masuk Destinasi Kelas Dunia
Rumah yang terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros ini, diberi nama rumah kedua Rammang-rammang. Selain sebagai tempat tinggalnya, Iwan Dento juga menfungsikan rumahnya sebagai kedai bernama 'Rumah Kedua'.
Pria lulusan IAIN Alauddin Makassar ini telah menghabiskan waktunya selama 12 tahun sebagai pemerhati lingkungan yang menolak tambang karst di Desa Salenrang.
"Saya mulai melawan saat anak pertama saya lahir, sekitar tahun 2007. Saat itu ada perusahaan marmer yang akan melakukan penambangan. Hanya saja saya dan segenap warga disini bersikeras melakukan perlawanan," jelasnya.
Sambil sesekali menyeruput kopinya, Iwan menjelaskan, hal ini dia lakukan semata-mata sebagai bentuk tanggung jawab kepada anaknya.
Selain Kick Andy Heroes, Iwan Dento juga telah dianugerahi penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Meskipun hanya sampai di 20 besar nominasi penerima penghargaan Kalpataru 2020 dan tahun ini kembali diusulkan sebagai calon penerima Kalpataru 2022.
Penghargaan tersebut diperuntukkan bagi mereka yang telah menjadi pemerhati lingkungan selama 5 tahun lebih.
Sosok Iwan Dento yang sederhana ini terlihat jelas, ketika para pelancong Wisata kars berkunjung ke rumah pria kelahiran Maros 10 Oktober 1980 tersebut.
Baca Juga: Sandiaga Uno Dorong Rammang-rammang Masuk Destinasi Kelas Dunia
Rumah yang terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros ini, diberi nama rumah kedua Rammang-rammang. Selain sebagai tempat tinggalnya, Iwan Dento juga menfungsikan rumahnya sebagai kedai bernama 'Rumah Kedua'.
Pria lulusan IAIN Alauddin Makassar ini telah menghabiskan waktunya selama 12 tahun sebagai pemerhati lingkungan yang menolak tambang karst di Desa Salenrang.
"Saya mulai melawan saat anak pertama saya lahir, sekitar tahun 2007. Saat itu ada perusahaan marmer yang akan melakukan penambangan. Hanya saja saya dan segenap warga disini bersikeras melakukan perlawanan," jelasnya.
Sambil sesekali menyeruput kopinya, Iwan menjelaskan, hal ini dia lakukan semata-mata sebagai bentuk tanggung jawab kepada anaknya.
Lihat Juga :