Kepgub COVID-19 di Pesantren Jadi Polemik, Ini Penjelasan Gamblang Kang Emil
Selasa, 16 Juni 2020 - 21:04 WIB
Poinnya, tutur Gubernur, ketika mengeluarkan kebijakan, Pemprov Jabar selalu musyawarah, tidak mungkin tidak. Tidak mungkin gugus tugas melakukan keputusan terhadap hajat hidup orang tanpa mengajak orang terdampak ikut diskusi. "Itu prinsip, tidak akan dilanggar," tutur Gubernur. (BACA JUGA: Jabar Keluarkan Kepgub Atur Protokol Kesehatan di Pondok Pesantren )
Kang Emil meminta polemik yang berkembang diklarifikasi. Pemprov Jabar mengambil keputusan dalam rangka menjaga ketenangan orang tua yang mengirimkan anaknya bersekolah dan studi di pondok pesantren di Jabar.
Maka, ungkap dia, kalau Kepgub 443 terlihat agak ketat, tidak lain dan tidak bukan itu niatnya demi keamanan. "Kuncinya sudah dimusyawarahkan. Jadi bukan semata-mata pihak Pemprov Jabar atau gugus tugas. Karena orang yang ingin memprovokasi dan membenturkan seolah kami ini tidak musyawarah. Enggak," tandas Kang Emil.
Ditanya apakah tidak riskan sebab ancaman sanksi terhadap ponpes yang tak menerapkan protokol kesehatan di Kepgub revisi? Gubernur mengatakan, Pemprov Jabar akan memfasilitasi rapid test kepada pengajar di pesantren.
"Jadi (dalam Kegub revisi) kami ubah pola pengetesannya tidak mandiri tapi ada bantuan dari provinsi. Jadi, keamanan dan kesehatan tidak kami kompromikan," ungkap mantan Wali Kota Bandung ini.
Kang Emil meminta polemik yang berkembang diklarifikasi. Pemprov Jabar mengambil keputusan dalam rangka menjaga ketenangan orang tua yang mengirimkan anaknya bersekolah dan studi di pondok pesantren di Jabar.
Maka, ungkap dia, kalau Kepgub 443 terlihat agak ketat, tidak lain dan tidak bukan itu niatnya demi keamanan. "Kuncinya sudah dimusyawarahkan. Jadi bukan semata-mata pihak Pemprov Jabar atau gugus tugas. Karena orang yang ingin memprovokasi dan membenturkan seolah kami ini tidak musyawarah. Enggak," tandas Kang Emil.
Ditanya apakah tidak riskan sebab ancaman sanksi terhadap ponpes yang tak menerapkan protokol kesehatan di Kepgub revisi? Gubernur mengatakan, Pemprov Jabar akan memfasilitasi rapid test kepada pengajar di pesantren.
"Jadi (dalam Kegub revisi) kami ubah pola pengetesannya tidak mandiri tapi ada bantuan dari provinsi. Jadi, keamanan dan kesehatan tidak kami kompromikan," ungkap mantan Wali Kota Bandung ini.
Lihat Juga :