Sri Sultan HB X Ajak Hidupkan Birokrasi yang Melayani

Selasa, 16 Juni 2020 - 18:32 WIB
Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X kembali menyapa warganya. Di Selasa kedelapan kali ini Sultan mengajak menghidupkan birokrasi yang melayani. Foto/Ist
YOGYAKARTA - Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X kembali menyapa warganya. Di Selasa kedelapan kali ini Sultan mengajak menghidupkan birokrasi yang melayani.

Sultan kembali mengingatkan bahwa reformasi birokrasi telah digulirkan sejak Maklumat No 10/1946 tentang Perubahan Pangreh Pradja ke Pamong Praja. Esensinya dari maklumat tersebut bukan sekadar istilah, tetapi juga mengubah tata pemerintahannya, dari abdi negara ke abdi masyarakat . "Di sanalah sumber filosofi aparatur sipil negara (ASN) itu, dari dilayani menjadi melayani. Mereka bukan sekedar kerumunan pekerja kantoran, tapi insan peradaban sarat empati," katanya, Selasa (16/6/2020). (Baca juga: 5 Warga Positif COVID-19, Grobogan Terganjal Menuju New Normal)



Diakuinya, pandemi Corona saat ini mengubah keteraturan menjadi kekacauan. Dari cosmos ke chaos. Dampak positifnya, adalah pergeseran peradaban yang mengubah perilaku. Budaya bersih, peduli lingkungan, belajar disiplin, menguji rasa kemanusiaan dan semangat kegotongroyongan, juga menyadarkan manusia akan makna kehidupan yang lebih hakiki. "Untuk itu konsekuensinya, ASN harus bersiap diri memasuki era normal baru dengan norma dan etika yang baru pula," tutur Sultan. (Baca juga: Awas! Sabu asal Belgia Mulai Serbu Mojokerto, Dijual Rp1,5 Juta Per Gram)

Salah satu tokoh reformasi "98 ini melanjutkan, ASN harus mengubah pola pikir (mindset). Ini lantaran masyarakat yang dilayani juga semakin cerdas atau masyarakat berpengetahuan (knowledge society), dengan tuntutan yang beragam. "Untuk itu tak ada jalan, kecuali membangunnya sejak dini! Jalan adalah sesuatu yang linier, dan di dunia yang tidak linier penuh lonjakan gejolak ini, kita harus melakukan lompatan pemikiran non-linier, dari daratan yang dikenal baik ke sebuah pulau yang tak dikenal sama sekali. Dari terra firma ke terra incognita. Bukan dengan sedan mewah masa silam. Tetapi jip persneling ganda yang bisa menjelajah medan sulit dan mudah untuk dimanuver," tandas Sultan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!