Sri Sultan HB X Ajak Hidupkan Birokrasi yang Melayani

Selasa, 16 Juni 2020 - 18:32 WIB
Meski bermetafora mekanis, lanjut Ngarso Dalem (sapaan untuk Sultan) wahana baru itu tetap punya hakikat organisme biologis yang hidup, bukan mesin. Birokrasi baru itu, lanjut dia, merupakan jaringan pemikiran trans-disiplin, para pakar yang berbagi ilmu, perwujudan triplehelix model Yogyakarta. Mereka ada yang di dalam dan yang lain ada di luar birokrasi. Sehingga menjadikannya birokrasi cerdas, karena digerakkan oleh mesin imajinasi manusia. "Menjadi sangat penting mengundang partisipasi publik dan mitra kerja untuk melakukan penjelajahan era normal baru, berkolaborasi mendefinisikan protokol norma baru tersebut," paparnya.

Oleh karena itu, suami GKR Hemas ini mengajak pada sebuah gerakan cepat (radikal) terhadap birokrasi agar tidak birokratis, namun inovatif. Menerapkan aplikasi dari simbol satriya yang tersemat di dada, meski perubahan itu pun harus dilakukan di tengah lomba itu sedang berlangsung. "aat ini tidak ada perhentian dalam rally ke masa depan itu. Tak ada jeda untuk memulihkan tenaga, karena proses perubahan itu sendiri menjadi lomba adu cepat dan asah cerdas. Mereka yang terlalu lama menjalani proses itu dan berlaku bimbang, bisa menjadi pecundang. Lebih buruk lagi, tak dapat turut serta dalam perjalanan," bebernya.

Lebih jauh Sultan menegaskan pentingnya birokrasi yang melayani, bentuknya ramping, proaktif, responsif, partisipatis, sarat empati dan mudah bergerak cepat untuk hadir di tengah masyarakat, membangun relasi, bermitra mencari solusi. "Ayo! Hidupkanlah mesin birokrasi sebagai aktor perubahan dan insan peradaban yang melayani seperti itu. Ya Allah, jauhkanlah itu semua dari sebuah utopia, dan dekatkanlah menjadi realita," pungkas Sultan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!