Dokter Spesialis: Deteksi Dini Penyakit Memudahkan Proses Penyembuhan
Rabu, 16 Maret 2022 - 21:55 WIB
Dijelaskan Dr I Made, pada saat beraktifitas fisik atau juga berolahraga, tubuh manusia akan merespon dengan dua kemungkinan, yaitu respon adaptif dan respon maladaptif. Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Pasien, RS Siloam Bali Tambah Poliklinik Penyakit Jantung
"Respon adaptif yaitu dimensi jantung akan lebih besar. Pompa darah dan 'kelistrikkan' jantung meningkat dan sejumlah pembuluh darah mengakomodasi peningkatan aktifitas yang tentunya resiko serangan jantung menjadi rendah," jelasnya.
Lanjut Made, respon yang maladaptif sesungguhnya terjadi karena aktifitas yang berlebihan. Jenis olahraga yang tidak cocok dengan penyakit yang beresiko menyebabkan ketidakseimbangan aliran dan tekanan darah. Bahkan jantung dapat berhenti mendadak. Ini dapat disebabkan oleh genetik, gangguan katup atau lain sebagainya.
Mengakhiri edukasinya, dokter Made mengingatkan masyarakat agar menyayangi organ jantung. "'Sayangi jantung Anda. Pahami apa yang dapat diubah atau dimodifikasi maupun yang tidak dapat diubah seperti gender dan genetik. Namun sesuatu dapat diubah adalah kurang beraktifitas dan rasa malas sebagai pencetus keluhan," pungkas dokter I Made.
"Respon adaptif yaitu dimensi jantung akan lebih besar. Pompa darah dan 'kelistrikkan' jantung meningkat dan sejumlah pembuluh darah mengakomodasi peningkatan aktifitas yang tentunya resiko serangan jantung menjadi rendah," jelasnya.
Lanjut Made, respon yang maladaptif sesungguhnya terjadi karena aktifitas yang berlebihan. Jenis olahraga yang tidak cocok dengan penyakit yang beresiko menyebabkan ketidakseimbangan aliran dan tekanan darah. Bahkan jantung dapat berhenti mendadak. Ini dapat disebabkan oleh genetik, gangguan katup atau lain sebagainya.
Mengakhiri edukasinya, dokter Made mengingatkan masyarakat agar menyayangi organ jantung. "'Sayangi jantung Anda. Pahami apa yang dapat diubah atau dimodifikasi maupun yang tidak dapat diubah seperti gender dan genetik. Namun sesuatu dapat diubah adalah kurang beraktifitas dan rasa malas sebagai pencetus keluhan," pungkas dokter I Made.
(don)
Lihat Juga :