Dokter Spesialis: Deteksi Dini Penyakit Memudahkan Proses Penyembuhan

Rabu, 16 Maret 2022 - 21:55 WIB
loading...
Dokter Spesialis: Deteksi...
Edukasi kesehatan saat kegiatan Indonesia Wellness & Health Tourism Expo 2022 yang dihelat di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta, Sabtu (12/3/2022). Foto ist
A A A
BOGOR - Deteksi dini terhadap kehadiran suatu penyakit dalam tubuh akan sangat membantu seseorang dalam proses penyembuhan. Bahkan, mengetahui penyakit lebih awal akan menentukan langkah pencegahannya.

Hal ini disampaikan dr Pectra Wahjoepramono Sp.BS, B.med.Sci(Hons)F.I.C.S , dari Siloam Hospitals Lippo Village, saat kegiatan 'Indonesia Wellness & Health Tourism Expo 2022' yang dihelat di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta, Sabtu (12/3/2022). Baca juga: Solusi Ampuh Mengatasi Berbagai Masalah dan Kelainan Kulit



"Deteksi dini tentu menentukan langkah pencegahan. Deteksi dini termasuk melengkapi perjalanan wisata pun sebagai antisipasi yang akan erat kaitannya dengan perawatan, pengobatan bahkan tingkat kesembuhan," ungkap dr Pectra.

Dokter Pectra memberikan contoh, Aneurisma (aneurysm), suatu area yang membengkak dan lemah pada otak. Data menunjukkan, 'kelainan' pada otak ini ditemukan pada 5 persen manusia. "Aneurisma jika pecah dapat menyebabkan pendarahan internal, stroke dan fatalnya sering berujung pada kematian," tutur dr Pectra saat kegiatan Ekspo Wisata Kesehatan.

Pada kesempatan edukasi ini dokter menyampaikan kepada puluhan pengunjung, terkait pentingnya organ otak dan jantung. Karena itu, saat ini telah tersedia layanan 'Brain Check Up Plus' yang memeriksa kepala dan jantung serta semua keterkaitan fungsinya. " Siloam Hospitals menyediakan layanan tersebut termasuk bagi para turis lingkup wisata kesehatan," pungkasnya.

Dokter spesialis Jantung Pembuluh Darah, I Made Sakta Suryaguna dari Siloam Hospital Tb. Simatupang juga menggarisbawahi pentingnya melakukan pemeriksaan berkala sebelum beraktifitas fisik.

Dijelaskan Dr I Made, pada saat beraktifitas fisik atau juga berolahraga, tubuh manusia akan merespon dengan dua kemungkinan, yaitu respon adaptif dan respon maladaptif. Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Pasien, RS Siloam Bali Tambah Poliklinik Penyakit Jantung

"Respon adaptif yaitu dimensi jantung akan lebih besar. Pompa darah dan 'kelistrikkan' jantung meningkat dan sejumlah pembuluh darah mengakomodasi peningkatan aktifitas yang tentunya resiko serangan jantung menjadi rendah," jelasnya.

Lanjut Made, respon yang maladaptif sesungguhnya terjadi karena aktifitas yang berlebihan. Jenis olahraga yang tidak cocok dengan penyakit yang beresiko menyebabkan ketidakseimbangan aliran dan tekanan darah. Bahkan jantung dapat berhenti mendadak. Ini dapat disebabkan oleh genetik, gangguan katup atau lain sebagainya.

Mengakhiri edukasinya, dokter Made mengingatkan masyarakat agar menyayangi organ jantung. "'Sayangi jantung Anda. Pahami apa yang dapat diubah atau dimodifikasi maupun yang tidak dapat diubah seperti gender dan genetik. Namun sesuatu dapat diubah adalah kurang beraktifitas dan rasa malas sebagai pencetus keluhan," pungkas dokter I Made.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolaborasi Sosial Salurkan...
Kolaborasi Sosial Salurkan Donasi untuk Bandung Cancer Society
Anggota DPRD DKI Jakarta...
Anggota DPRD DKI Jakarta Syafi Djohan Ingatkan Pentingnya Pencegahan Narkotika
Pengungsi Korban Bencana...
Pengungsi Korban Bencana Sumbar Terserang 10 Jenis Penyakit, ISPA Terbanyak
Peduli Pencegahan Kanker...
Peduli Pencegahan Kanker Payudara Diluncurkan di Palangka Raya
Profil Fahrul Nurkolis,...
Profil Fahrul Nurkolis, Peneliti Muda UIN Sunan Kalijaga Patenkan Senyawa Antikanker dan Antidiabetes
Ciputra Hospital Surabaya...
Ciputra Hospital Surabaya Gandeng SMG-Curie Oncology Bangun Pusat Perawatan Kanker Berstandar Singapura
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Sudah Pulang dari Rumah...
Sudah Pulang dari Rumah Sakit, Begini Kondisi Haji Bolot usai Kena Serangan Jantung
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Rekomendasi
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
Penggeledahan Kafe dan...
Penggeledahan Kafe dan Money Changer di Cipete Dikawal Brimob Bersenjata
Berita Terkini
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
Telkom Runners Teguhkan...
Telkom Runners Teguhkan Semangat BISA pada Peringatan HUT Ke-61 Telkom Indonesia
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
Infografis
Waspadai Penyakit yang...
Waspadai Penyakit yang Rentan Menyerang saat Mudik Lebaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved