Kiai Dibacok saat Khusyuk Berzikir, Pelaku Mengaku Terganggu karena Beda Paham

Kamis, 10 Maret 2022 - 19:24 WIB
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo memberikan keterangan terkait kasus penganiayaan KH Farid Ashr Waddahr. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
BANDUNG - Pembacokan terhadap pengasuh Pondok Pesantren An Nur, KH Farid Ashr Waddahr saat tengah berdzikir di Desa Tegal Mulya, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat terungkap motifnya.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), diketahui pelaku memiliki paham yang berbeda.

Baca juga: Biadab! Seorang Kiai Dibacok saat Khusyuk Wiridan di Musala

"Info dari masyarakat bahwa tersangka memiliki paham yang berbeda," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (10/3/2022).

Dugaan itu diperkuat oleh hasil pemeriksaan terhadap pelaku. Menurut Ibrahim, perbedaan paham yang dimiliki pelaku membuat pelaku merasa terganggu oleh aktivitas dzikir yang dilakukan korban dan kerap dihadiri banyak orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!