Pemprov-DPRD Jatim Matangkan Konsep Persiapan Hadapi New Normal

Senin, 15 Juni 2020 - 11:28 WIB
"Ini akan menjadi pemetaan dari semua sektor apakah industri, perdagangan, perkantoran, privat sektor, kampus, pasar tradisional hingga tempat ibadah terkait kepatuhan dan kesiapan daerah menyongsong new normal," tandas Khofifah.

Jika terdapat wilayah yang tidak terdampak atau berada di zona hijau bisa langsung melaksanakan new normal. Namun, jika daerah tersebut berada di kawasan berisiko rendah atau zona kuning maka bisa menyiapkan transisi menuju new normal. Sedangkan, zona berisiko sedang berwarna orange dan zona resiko tinggi warna merah harus melakukan pengetatan kedisiplinan.

"Dalam posisi seperti ini, kalau kita ingin menuju transisi menuju new normal maka, peta ini menjadi petunjuk awal. New normal memiliki indikator yang cukup banyak masing masing indikator memiliki ukuran yang berbeda. Semua kita gunakan pedoman dari WHO dan Bappenas," pungkas Khofifah. (BACA JUGA: Pancasila Sudah Final, HMI Sumut: Kami Tolak RUU HIP)

Sementara itu, Ketua DPRD Jatim Kusnadi mengatakan, pandemi ini merupakan sebuah kondisi yang tidak pasti. Akan tetapi, pihaknya meyakini jika seluruh elemen masyarakat bisa bersinergi secara bersama-sama. Sehingga dapat melewati pandemi bisa teratasi dan terlewati.

"Kami berkomitmen mendampingi Pemprov Jatim melakukan pengendalian agar penyebaran virus COVID-19 bisa terus menurun. DPRD akan terus berupaya melakukan sinergi dan gotong royong dengan semua pihak yang diharapkan berdampak kepada masyarakat," terangnya.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!