Majalengka Bakal Terapkan AKB, Legislator Ingatkan Gelombang Kedua Wabah COVID-19

Jum'at, 12 Juni 2020 - 14:39 WIB
Pepep menuturkan, pandemi ini telah mengubah tatanan perilaku interaksi sesama, yang berujung kepada lemahnya beberapa profesi sebagai jalan pengais rezeki. Karyawan dirumahkan, usaha gulung tikar, pekerjaan informal terhambat, jelas dia, beberapa dampak dari pandemi itu.

"Bahkan virus corona ini telah terjadi pelambatan ekonomi, melonjaknya angka pengangguran dan meningkatnya angka kemiskinan," tutur dia.

"Dana CSR yang biasanya menjadi stimulus pergerakan UMKM bergeser pada kegiatan serupa COVID-19, karena memang persoalan nyawa manusia menjadi prioritas utama," ungkap Pepep.

Untuk mengatasi hal itu, kata dia, diperlukan langkah-langkah kreatif dari setiap orang, sekaligus tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah yang jumlahnya terbatas.

"Sudah saatnya kita kembali melirik potensi sekecil apapun di sekitar untuk dijadikan sumber ekonomi keluarga. Menjadikan aktivitas di rumah lebih produktif," pungkasnya.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!