Masuk Zona Merah Covid-19, Asahan Tunjukkan Geliat Normal
Rabu, 10 Juni 2020 - 17:05 WIB
Beragam alasan terkait hal tersebut. Seperti Basri (44), warga jalan Panglima Polim, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, misalnya. Ia bersikeras kembali menjalankan aktivitasnya sehari-hari sebagai pedagang ikan eceran.
Yang awalnya sempat memilih menutup usahanya karena khawatir tertular Covid-19. "Tapi cuma tahan seminggu. Kalau enggak jualan, mau uang dari mana untuk makan. Modal semakin tipis, sementara pemasukan tak ada," alasannya, saat ditemui SINDOnews.com, Rabu (10/6/2020).
Senada, juga disampaikan salah sorang pemilik kedai kopi di kawasan jalan Rivai, Bustami, Kisaran. Ia mengaku tak sanggup membayar upah karyawannya selama kegiatan usaha dihentikan.
Sedangkan untuk memecat karyawan, ia mengaku tak tega. Ditambah lagi, sulit mencari karyawan yang sudah biasa bekerja. Apalagi yang bisa dipercaya. "Jadi, ya, terpaksa buka lagi. Kalaupun omset berkurang, gak apa-apa. Yang penting bisa nutup gaji, listrik, air dan lain-lain," katanya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Asahan, Rahmat Hidayat Siregar tak menampik perilaku masyarakat tersebut. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat supaya tetap melaksanakan anjuran pemerintah. "Tetap ikuti anjuran pemerintah," katanya. (Baca juga : Pemenuhan Syarat Terapkan New Normal di Daerah Dipertanyakan Akademisi )
Yang awalnya sempat memilih menutup usahanya karena khawatir tertular Covid-19. "Tapi cuma tahan seminggu. Kalau enggak jualan, mau uang dari mana untuk makan. Modal semakin tipis, sementara pemasukan tak ada," alasannya, saat ditemui SINDOnews.com, Rabu (10/6/2020).
Senada, juga disampaikan salah sorang pemilik kedai kopi di kawasan jalan Rivai, Bustami, Kisaran. Ia mengaku tak sanggup membayar upah karyawannya selama kegiatan usaha dihentikan.
Sedangkan untuk memecat karyawan, ia mengaku tak tega. Ditambah lagi, sulit mencari karyawan yang sudah biasa bekerja. Apalagi yang bisa dipercaya. "Jadi, ya, terpaksa buka lagi. Kalaupun omset berkurang, gak apa-apa. Yang penting bisa nutup gaji, listrik, air dan lain-lain," katanya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Asahan, Rahmat Hidayat Siregar tak menampik perilaku masyarakat tersebut. Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat supaya tetap melaksanakan anjuran pemerintah. "Tetap ikuti anjuran pemerintah," katanya. (Baca juga : Pemenuhan Syarat Terapkan New Normal di Daerah Dipertanyakan Akademisi )
Lihat Juga :