Darah Pasien Sembuh Corona Ternyata Bisa Jadi Obat
Kamis, 23 April 2020 - 11:25 WIB
Lebih lanjut Neni menambahkan, proses pembuatan Konvalesent Plasma ini adalah dari hasil plasmapheresis yang dilakukan di UTD RSPAD Gatot Subroto. Sementara Bio Farma membantu dalam hal pengujian titer antibodinya.
Sementara itu, dilihat dari sisi medis, Kepala Divisi Surveilens dan Uji Klinis Bio Farma Novilia S Bachtiar mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pasien donor yang akan memberikan plasma darahnya.
Di antaranya sudah tidak ada gejala klinis dan hasil swab menunjukan hasil yang negatif sebanyak dua kali berturut – turut. “Pasien juga tidak menggunakan ventilator, plasma dari pendonor tidak mengandung penyakit lain seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, dan lainnya. Titer antibodinya menunjukan angka Titer untuk corona antara kisaran 1:160 lebih," ungkap Novilia.
Novilia menambahkan, plasma yang diambil adalah plasma yang sudah memasuki minimal hari ke-14 setelah dinyatakan sembuh.
Sementara itu, dilihat dari sisi medis, Kepala Divisi Surveilens dan Uji Klinis Bio Farma Novilia S Bachtiar mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pasien donor yang akan memberikan plasma darahnya.
Di antaranya sudah tidak ada gejala klinis dan hasil swab menunjukan hasil yang negatif sebanyak dua kali berturut – turut. “Pasien juga tidak menggunakan ventilator, plasma dari pendonor tidak mengandung penyakit lain seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, dan lainnya. Titer antibodinya menunjukan angka Titer untuk corona antara kisaran 1:160 lebih," ungkap Novilia.
Novilia menambahkan, plasma yang diambil adalah plasma yang sudah memasuki minimal hari ke-14 setelah dinyatakan sembuh.
(nbs)
Lihat Juga :