Missouri Jadi Negara Bagian Pertama AS yang Gugat China karena Corona

Rabu, 22 April 2020 - 20:38 WIB
"Pemerintah China berbohong kepada dunia tentang bahaya dan sifat menular COVID-19, membungkam pelapor, dan tidak berbuat banyak menghentikan penyebaran penyakit ini," katanya. "Mereka harus bertanggung jawab atas tindakan mereka," ujarnya, seperti dikutip The Guardian, Rabu (22/4/2020).

Tidak jelas apakah gugatan itu akan berdampak besar. Musababnya, hukum AS pada umumnya melarang tuntutan atau gugatan hukum terhadap negara lain dengan sedikit pengecualian. Demikian disampaikan Chimene Keitner, seorang profesor hukum internasional di University of California, Hastings College of the Law. (BACA JUGA: Satu Warga Dairi PDP Meninggal di RS Adam Malik)

"Masalah hukumnya adalah, itu tidak mungkin," kata Keitner, yang baru-baru ini menulis sebuah blog berjudul "Don’t Bother Suing China for Coronavirus (Jangan Mengganggu China karena virus Corona)".

Direktur Eksekutif Partai Demokrat Missouri, Lauren Gepford, menyebut gugatan itu sebagai "aksi" oleh seorang Jaksa Agung Republik yang ingin dipilih kembali tahun ini.

Jumlah kematian di Missouri akibat COVID-19 meningkat 16 orang pada hari Selasa menjadi 215 orang. Itu merupakan penghitungan Johns Hopkins University’s Center for Systems Science and Engineering. Jumlah kasus infeksi COVID-19 di wilayah ini juga bertambah 156 orang menjadi 5.963 orang.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!