New Normal di Panti Wreda, Lansia Harapkan Pertemuan Virtual Privat
Minggu, 07 Juni 2020 - 11:23 WIB
Aktivitas para orang tua lanjut usia (lansia) di Panti Wreda Alim Semarang. FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI
SEMARANG - Psikolog Unika Soegijapranata Semarang, Aprilia Subandrio menyebut orang lanjut usia ( lansia ) dan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terpengaruh kejiwaannya di tengah pandemi COVID-19 .
"Anak-anak biasanya sekolah ketemu dan bermain dengan teman-temannya, tetapi hari-hari biasa saat ini harus di rumah. Lansia , apalagi yang ada di Panti Wreda (panti jompo) ini. Mereka menanti-nanti kehadiran keluarga, seminggu sekali, setiap weekend. Pada situasi pandemi COVID-19 saat ini semakin tambah lama tak ketemu," kata Aprilia kepada SINDOnews, Minggu (7/6/2020).
Menurutnya, ketika lansia masuk ke Panti Wreda, ada rasa seperti "dibuang". Mereka seharusnya bisa tinggal di rumah, tapi karena ada alasan khusus dititipkan di Panti Wreda.(Baca juga: Pandemi COVID-19, Oma Opa Rayakan Hari Lansia Secara Virtual )
"Mereka yang mungkin ga ngerti COVID-19 itu apa, corona itu apa, mungkin dikira sakit biasa. Mereka secara kognitif kurang paham tentang kondisi ini. Mungkin ada beberapa dari mereka mengira secara total sudah dilupakan, bener-bener "dibuang" oleh keluarga, padahal sebenarnya tidak. Memang keluarga tidak ke panti karena untuk melindungi mereka," ujar anggota tim psikolog Panti Wreda Alim Semarang ini.
"Anak-anak biasanya sekolah ketemu dan bermain dengan teman-temannya, tetapi hari-hari biasa saat ini harus di rumah. Lansia , apalagi yang ada di Panti Wreda (panti jompo) ini. Mereka menanti-nanti kehadiran keluarga, seminggu sekali, setiap weekend. Pada situasi pandemi COVID-19 saat ini semakin tambah lama tak ketemu," kata Aprilia kepada SINDOnews, Minggu (7/6/2020).
Menurutnya, ketika lansia masuk ke Panti Wreda, ada rasa seperti "dibuang". Mereka seharusnya bisa tinggal di rumah, tapi karena ada alasan khusus dititipkan di Panti Wreda.(Baca juga: Pandemi COVID-19, Oma Opa Rayakan Hari Lansia Secara Virtual )
"Mereka yang mungkin ga ngerti COVID-19 itu apa, corona itu apa, mungkin dikira sakit biasa. Mereka secara kognitif kurang paham tentang kondisi ini. Mungkin ada beberapa dari mereka mengira secara total sudah dilupakan, bener-bener "dibuang" oleh keluarga, padahal sebenarnya tidak. Memang keluarga tidak ke panti karena untuk melindungi mereka," ujar anggota tim psikolog Panti Wreda Alim Semarang ini.
Lihat Juga :