Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Ratusan Kios di Pasar Desa Gununghalu Ambruk
Jum'at, 19 November 2021 - 11:16 WIB
Dijelaskannya, bangunan pasar yang ambruk itu adalah bangunan baru yang dibangun oleh pihak pengembang selaku pemilik kontrak kerja sama selama 20 tahun. Awalnya lokasinya berada di bagian barat bangunan pasar lama, tapi karena lahannya dibangun lapang lalu dipindahkan ke sebelah timur dari pasar lama pada tahun 2018.
Secara keseluruhan di pasar ini terdapat total 250 pedagang, mereka berasal bukan hanya dari Gununghalu tapi ada juga yang dari kecamatan lain, seperti dari Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, hingga Cimahi. Khusus bangunan lama digunakan untuk jualan komoditas sayuran dan produk basahan. Setiap Sabtu pasar ini biasanya ramai oleh pembeli dari mulai subuh hingga siang.
"Kalau bangunan pasar yang lama tetap kokoh gak apa-apa, yang ambruk adalah bangunan baru, dibangun 2018 dan tahun 2020 sempat diperbaiki atapnya," sebut Isep. Baca juga: Alarm Tanda Bahaya Dinyalakan, Jalur Cadas Pangeran Rawan Hujan Petir dan Angin Kencang
Disinggung soal rencana perbaikan, Isep mengaku masih bingung mencari pendanaan. Sebab pihak pengembang tidak mau bertanggungjawab dan menyerahkan hal tersebut ke pihak desa. Di satu sisi, anggaran desa sudah dialokasikan untuk program seperti penanganan COVID-19, terlebih saat ini sudah diakhir tahun. Namun pihaknya akan mengupayakan agar aktivitas pasar secepatnya kembali normal.
"Kita sudah lapor ke Plt Bupati dan Disperindag, karena bingung mencari anggaran pembangunannya. Paling tidak dibutuhkan dana sekitar Rp130-150 juta dan perbaikannya kemungkinan lebih dari dua bulan," ucapnya.
Secara keseluruhan di pasar ini terdapat total 250 pedagang, mereka berasal bukan hanya dari Gununghalu tapi ada juga yang dari kecamatan lain, seperti dari Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, hingga Cimahi. Khusus bangunan lama digunakan untuk jualan komoditas sayuran dan produk basahan. Setiap Sabtu pasar ini biasanya ramai oleh pembeli dari mulai subuh hingga siang.
"Kalau bangunan pasar yang lama tetap kokoh gak apa-apa, yang ambruk adalah bangunan baru, dibangun 2018 dan tahun 2020 sempat diperbaiki atapnya," sebut Isep. Baca juga: Alarm Tanda Bahaya Dinyalakan, Jalur Cadas Pangeran Rawan Hujan Petir dan Angin Kencang
Disinggung soal rencana perbaikan, Isep mengaku masih bingung mencari pendanaan. Sebab pihak pengembang tidak mau bertanggungjawab dan menyerahkan hal tersebut ke pihak desa. Di satu sisi, anggaran desa sudah dialokasikan untuk program seperti penanganan COVID-19, terlebih saat ini sudah diakhir tahun. Namun pihaknya akan mengupayakan agar aktivitas pasar secepatnya kembali normal.
"Kita sudah lapor ke Plt Bupati dan Disperindag, karena bingung mencari anggaran pembangunannya. Paling tidak dibutuhkan dana sekitar Rp130-150 juta dan perbaikannya kemungkinan lebih dari dua bulan," ucapnya.
(don)
Lihat Juga :