Lagi, Papua Perpanjang Pembatasan Sosial Secara Ketat
Rabu, 22 April 2020 - 17:00 WIB
"Sebelumnya, ritel-ritel di Kota Jayapura dibuka hingga pukul 18.00 WIT. Namun setelah ada perubahan status ini, maka diharapkan ritel dibuka mulai pukul 06.00 WIT hingga pukul 14.00 WIT. Jadi tidak sampai pukul 18.00 WIT," ujarnya.
Kata Musaad, pihaknya juga akan memperketat swalayan untuk mengatur jarak para pengunjung baik itu saat membeli maupun saat membayar hasil belanjaannya di kasir.
"Selama ini kami belihat bahwa belum ada ketegasan dari pihak ritel dalam mengatur jarak terhadap konsumennya. Kami juga menegaskan bahwa semua ritel harus menyediakan tempat cuci tangan dan juga mewajibkan masyarakat yang hendak berbelanja harus menggunakan masker," katanya.
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal berharap pada akhir Mei 2020, kurva penyebaran covid-19 dapat menurun. Untuk itu, dirinya berharap ada koordinasi antara gugus satgas dengan satgas covid-19 untuk melakukan pencegahan dini.
"Koordinasi harus jalan terus. Saya berterimakasih kepada tim medis yang sudah bekerja keras hingga ada beberapa pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh. Ini sebuah langkah maju, apalagi virus ini belum ada vaksinnya," kata Klemen.
Kata Musaad, pihaknya juga akan memperketat swalayan untuk mengatur jarak para pengunjung baik itu saat membeli maupun saat membayar hasil belanjaannya di kasir.
"Selama ini kami belihat bahwa belum ada ketegasan dari pihak ritel dalam mengatur jarak terhadap konsumennya. Kami juga menegaskan bahwa semua ritel harus menyediakan tempat cuci tangan dan juga mewajibkan masyarakat yang hendak berbelanja harus menggunakan masker," katanya.
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal berharap pada akhir Mei 2020, kurva penyebaran covid-19 dapat menurun. Untuk itu, dirinya berharap ada koordinasi antara gugus satgas dengan satgas covid-19 untuk melakukan pencegahan dini.
"Koordinasi harus jalan terus. Saya berterimakasih kepada tim medis yang sudah bekerja keras hingga ada beberapa pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh. Ini sebuah langkah maju, apalagi virus ini belum ada vaksinnya," kata Klemen.
(mpw)
Lihat Juga :