Pemprov Jatim Bentuk Tim COVID-19 Hunter, Apa Tugasnya?
Jum'at, 05 Juni 2020 - 00:05 WIB
Pemprov Jatim, membentuk Tim COVID-19 Hunter. Foto/Ilustrasi
SURABAYA - Pemprov Jatim, membentuk Tim COVID-19 Hunter guna melakukan pelacakan terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hingga Kamis (4/6/2020), jumlah OTG di Jatim sebanyak 19.366 orang. Sedangkan PDP sebanyak 7.009 orang.
(Baca juga: Dampak Pandemi COVID-19, Konsumsi BBM di Jatim Menurun )
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, OTG dan PDP sama-sama memiliki potensi untuk terkonfirmasi positif. Bahkan, OTG menyumbang 35 persen kasus COVID19 di Jatim. Sedangkan PDP menyumbang 55 persen. "Maka yang PDP dan OTG kita prioritaskan mendapat penanganan dari Tim COVID-19 Hunter," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (4/6/2020).
Tim COVID-19 Hunter akan menyisir seluruh wilayah di Jatim. Utamanya, daerah yang memiliki angka OTG dan PDP terbesar. Seperti, Sidoarjo, Kediri, Tulungagung, Bangkalan, Lamongan, Madiun, Jember, dan Probolinggo. "Tim ini mendapat dukungan dari aparat TNI dan Polri, serta tim kedokteran dari masing-masing daerah," ujar Khofifah.
(Baca juga: Dampak Pandemi COVID-19, Konsumsi BBM di Jatim Menurun )
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, OTG dan PDP sama-sama memiliki potensi untuk terkonfirmasi positif. Bahkan, OTG menyumbang 35 persen kasus COVID19 di Jatim. Sedangkan PDP menyumbang 55 persen. "Maka yang PDP dan OTG kita prioritaskan mendapat penanganan dari Tim COVID-19 Hunter," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (4/6/2020).
Tim COVID-19 Hunter akan menyisir seluruh wilayah di Jatim. Utamanya, daerah yang memiliki angka OTG dan PDP terbesar. Seperti, Sidoarjo, Kediri, Tulungagung, Bangkalan, Lamongan, Madiun, Jember, dan Probolinggo. "Tim ini mendapat dukungan dari aparat TNI dan Polri, serta tim kedokteran dari masing-masing daerah," ujar Khofifah.
Lihat Juga :