Data Pasien COVID-19 Tak Jelas, Tim Gugus COVID-19 Bulukumba Dikritik
Kamis, 04 Juni 2020 - 14:05 WIB
Daud mengaku jika pihaknya tetap menjaga dan memperhatikan kondisi psikologi masyarakat. Karena informasi yang terpublis terkadang ditanggapi dalam persepsi yang beragam dan bisa memicu kontroversi, sehingga memang harus berhati-hati untuk menetukan momentum.
"Publikasi yang terlalu dini dapat menyulitkan petugas untuk melakukan penanganan sehingga data resmi dari pihak terkait adalah hal yang harus kami miliki," ujarnya.
Apalagi, menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bulukumba ini, dirinya terikat dengan aturan untuk menjaga kerahasiaan identitas pasien. Dimana hasil pemeriksaan swab pasien positif bersumber dari Laboratorium RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, yang disampaikan ke Dinkes Bulukumba.
"Hasil pemeriksaan kedua pasien dari pihak Dinkes, bahwa keduanya masih dinyatakan positif. Pasien positif akan menjalani 2 kali pemeriksaan swab selama masa isolasi dan perawatan 14 hari. Apabila dalam pemeriksaan tersebut hasilnya negatif, maka berarti akan dinyatakan sembuh," jelasnya.
Baca Juga: Cegah COVID-19, 36 Petugas Kesehatan RSUD Bulukumba Dikarantina
"Publikasi yang terlalu dini dapat menyulitkan petugas untuk melakukan penanganan sehingga data resmi dari pihak terkait adalah hal yang harus kami miliki," ujarnya.
Apalagi, menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bulukumba ini, dirinya terikat dengan aturan untuk menjaga kerahasiaan identitas pasien. Dimana hasil pemeriksaan swab pasien positif bersumber dari Laboratorium RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, yang disampaikan ke Dinkes Bulukumba.
"Hasil pemeriksaan kedua pasien dari pihak Dinkes, bahwa keduanya masih dinyatakan positif. Pasien positif akan menjalani 2 kali pemeriksaan swab selama masa isolasi dan perawatan 14 hari. Apabila dalam pemeriksaan tersebut hasilnya negatif, maka berarti akan dinyatakan sembuh," jelasnya.
Baca Juga: Cegah COVID-19, 36 Petugas Kesehatan RSUD Bulukumba Dikarantina
Lihat Juga :