Program Makmur Pupuk Kaltim Dorong Produktivitas Pertanian hingga 145 Persen

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 23:11 WIB
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) berkomitmen untuk terus mengembangkan Program Makmur, dalam meningkatkan pemberdayaan petani dan produktivitas pertanian di Indonesia. (Ist)
SAMARINDA - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) berkomitmen untuk terus mengembangkan Program Makmur, dalam meningkatkan pemberdayaan petani dan produktivitas pertanian di Indonesia.

Hal ini sekaligus sebagai langkah Pupuk Kaltim dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, melalui peningkatan produktivitas pertanian dan perluasan area tanaman pangan yang dibarengi dengan kesejahteraan petani.



Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi, mengungkapkan Program Makmur yang dilaksanakan PKT bersama Pupuk Indonesia, telah menunjukkan hasil siginifikan di berbagai komoditas, utamanya padi dan jagung dengan produktivitas mencapai 140-145% di wilayah tanggung jawab PKT.

Program Makmur terlaksana di sejumlah wilayah tanggungjawab distribusi PKT, seperti Jawa Timur, Kalimantan dan Sulawesi. Program ini juga merupakan upaya PKT dalam meningkatkan penggunaan pupuk nonsubsidi dalam negeri, dengan menciptakan ekosistem untuk mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani Indonesia.

Salah satu keberhasilan program Makmur PKT terlihat dari peningkatan produktivitas padi di Banyuwangi, Jawa Timur pada September 2021, yang mencapai 9 ton per hektare dari sebelumnya 5 ton per hektar. Pendapatan petani padi pun meningkat sekitar Rp24 juta per hektare, dari sebelumnya maksimal Rp10 juta per hektare.

Berdasarkan capaian Kuartal III tahun 2021, luas tanam PKT untuk program Makmur mencapai 13.796 hektare atau 115% dari target 12.000 hektare. Jumlah tersebut terbagi pada komoditas padi seluas 2.452 hektare, jagung 3.085 hektare, kelapa sawit 6.220 hektare dan komoditas lainnya seperti cabe, bawang merah, bawang putih, kakao dan tebu seluas 2.039 hektare. “Sementara untuk akuisisi petani, program Makmur telah menggandeng 6.557 petani dari target 9.000 orang atau sekitar 72,8% dari target,” kata Rahmad.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!