Selewengkan 3.000 Unit Alat Rapid Test, Kadiskes Kepulauan Meranti Ditahan

Senin, 20 September 2021 - 12:36 WIB
Sementara nama-nama pemanfaat tidak pernah mengusulkan untuk buffer stock, serta bahan medis habis pakai sebagai buffer stock tidak boleh dibuat identitas calon penerima manfaat dan Kadiskes tidak pernah mengirimkan laporan melalui email ke Subdit Ispa dan KKP Kelas II Pekanbaru.

"Sementara nama-nama pemanfaat tidak pernah mengusulkan untuk buffer stock, serta bahan medis habis pakai sebagai buffer stock tidak boleh dibuat identitas calon penerima manfaat. MH mengomersilkan rapit test hibah untuk keuntungan pribadi. Dimana hasil penyidikan, tersangka menjualnya kepada warga Rp150 ribu (1 pcs) bahkan ada yang lebih itu," tukasnya.

Dia menegaskan, tersangka sudah mengomersilkan alat rapit test hibah dari negera. "Itu dilakukan sejak diterimanya yakni 7 September 2020. Ini terungkap berkat banyaknya laporan dari warga terkait dugaan penyelewangan alat rapit test," imbuhnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!