Kunjungi Lapter Ekstrim Distrik Doufo, Bupati Puncak Pastikan Tingkatkan Lapter 2022

Jum'at, 03 September 2021 - 13:44 WIB
“Kita harus hati-hati di lapangan terbang ini,karena lapangan terbang masih belum bagus,apalagi di kelilingi oleh sungai Memberamo. Kami berharap sekali ada pembangunan lapangan terbang ini,biar lebih bagus untuk didarati pesawat,” katanya.

Direktur PT. Aviation Puncak Papua di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemda Puncak Semuel Resubun mengatakan, salah satu penyebab lapangan terbang di Papua sangat ekstrim, karena berada ada lapangan terbang yang berada di atas gunung,lembah. Selain itu, fasilitas lapangan terbang juga sangat minim.

Di daerah tersebut, ungkap Semuel kondisi cuacanya tidak bisa diprediksi, bisa berubah setiap saat. Sehingga untuk menjadi pilot di Papua, ungkap dia memang membutuhkan kemampuan khusus atau visual. Ia harus mampu membaca tanda alam maupun cuaca, sehingga mampu mengendalikan pesawat tetap terbang pada jalurnya.

“Sebelum kami menerima Kapten pilot itu bekerja di kami, biasanya kami cek dulu mereka (Pilot-red) apakah sudah mengusai medan di Papua, masuk keluar di landasan yang sulit, kami biasanya ada pendampingan dari instruktur berkali-kali. Jika kami nilai sudah siap baru bisa dilepas. Jadi bukan saja melihat dari persyaratan penerbang, namun harus lebih memiliki kemampuan khusus lagi. Apalagi sebagian besar lapangan perintis di pedalaman Papua tidak begitu dilengkapi fasilitas pendukung,” ujarnya.

Salah satu warga Distrik Doufo Bapak Daniel mengatakan, bahwa warga setempat sudah lama sekali merindukan lapangan terbang yang diaspal, sehingga pesawat tidak ragu masuk di daerah ini. Menurutnya dampak dari landasan pacu yang masih belum diaspal, membuat pesawat jarang masuk di distrik ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!