Tangis Pecah di Simalungun, Tak Dikafani Pemakaman Jenazah COVID-19 Berakhir Ricuh

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 14:25 WIB
Begitu peti dibuka, isak tangispun pecah di areal pemakaman. Ternyata, jenazah ibu dua anak warga Desa Simpang Kopi, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara tersebut, tidak dikafankan sebagaimana syariat Islam. Jenazah terkonfirmasi COVID-19 tersebut dalam posisi telentang hanya ditutup selembar kain putih transparan.

Baca juga: Lanal Palembang Gagalkan Penyelundupan Benur ke Singapura Senilai Rp8 Miliar

Menurut warga, ketiga petugas rumah sakit yang mengantarkan jenazah tak mampu berbuat apa-apa. Bahkan berupaya menghindar karena takut. Warga lalu memperlihatkan kondisi jenazah kepada petugas rumah sakit.

Muhammad Anwar (40) menceritakan, sebelumnya kakaknya Herna Ayu dirawat di RS Bhayangkara Tebing Tinggi sejak Selasa (3/8/2021), dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis (5/8/2021) sekitar pukul 08.00 WIB.





Sekitar pukul 13.00 WIB, mobil jenazah tiba di lokasi pemakaman. Sopir dan pihak rumah sakit yang datang tidak memakai APD, selanjutnya meminta pihak keluarga untuk memakamkan jenazah karena di lapangan tidak ada terlihat Satgas COVID-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!