Hotel Dinilai Lebih Layak untuk Pasien Covid-19 Dibanding Isolasi Apung

Selasa, 03 Agustus 2021 - 08:59 WIB
"Ini kan nda perlu hotel mewah yang jelas di situ ada masing-masing ruang tersendirinya dan ada toilet serta ventilasi udara itu memadai," katanya.

Tak hanya itu, pemanfaatan hotel juga akan membawa dampak positif bagi hotel-hotel di Kota Makassar yang terdampak dan terancam gulung tikar akibat pandemi Covid-19.

"Ada simbiosis mutualisme yang terjadi. Hotel juga dapat pemasukan lewat pemerintah, dan pemerintah juga diuntungkan lewat isolasi ini, jadi saya kira memang lebih baik di darat saja," kata Yeni.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Ringan Akan Alami Gejala Baru Setelah Sembuh

Diketahui, pengoperasian isolasi apung KM Umsini ditandai dengan penandatangan Momerandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Makassar bersama Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) dan PT Pelni.

Pengisian BOR pun sudah dimulai, rencananya akan diambil dari 47 puskesmas kecamatan. "Saya mau sampaikan bahwa isolasi apung terpadu ini tidak berdiri sendiri. Juga bersama-sama dengan FIT (Fasilitas Terintegrasi Sulsel) yang telah disiapkan Pak Gub dan teman-teman relawan di Bapelkes," ucap Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto.

Dia mengatakan isolasi apung dengan kapasitas kurang lebih 900 BOR tersebut akan menelan Rp1,5 miliar per bulan dari APBD. Anggaran tersebut akan digunakan sebagai biaya tambahan operasional KM Umsini, salah satunya untuk kebutuhan bahan bakar kapal.

"Anggarannya Rp1,5 miliar per bulan dengan kapasitas bed itu 804 ditambah 64, jadi kurang lebih ada 900 bed yang bisa kita pakai," katanya lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!