Cabin Fever dan Risiko di Tengah Pandemi COVID-19, Apa Itu?

Kamis, 28 Mei 2020 - 12:47 WIB
Psikiater dan Spesialis Kedokteran Jiwa Unair, Hafid Algristian menuturkan, cabin fever menjadi fenomena yang berpotensi besar muncul di masa-masa pandemi ini.

"Tidak semua orang mengetahui gejala ini. Tapi saat warga telah belajar, mungkin beberapa dari kita akan menyadari terdapat gejala cabin fever dalam diri kita," kata Hafid, Kamis (28/5/2020).

Ia melanjutkan, cabin fever sendiri bukan diagnosis maupun sindrom, penyembuhannya dapat dilakukan melalui manajemen stres. Makanya gejala cabin fever tidak perlu diberikan medikamentosa atau obat-obatan.

"Gejalanya secara umum muncul ketika individu mengalami deprivasi sensorik yang terjadi saat seorang individu secara tiba-tiba harus membatasi sosialisasinya," ungkapnya.

Hal tersebut membuat individu mendapat sensor cahaya dan suara yang terbatas sehingga kerap kali menimbulkan halusinasi. "Kita mungkin pernah saat sendirian tiba-tiba teringat memori masa lalu, hingga seakan memori itu berbicara pada kita," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!