Melihat Tradisi Sambut Ramadhan Daring Warga Tulungagung

Senin, 20 April 2020 - 17:06 WIB
Megengan yang secara etimologis bermakna "menahan" merupakan tradisi sebagian umat muslim, khususnya umat nahdliyin dalam rangka menyambut bulan ramadhan. Dalam megengan, setiap warga membuat nasi berkat lengkap dengan lauk pauknya. Biasanya masing masing minimal lima berkat, lalu bersama sama membawanya ke masjid atau musala.

Di ruangan, semua berkat diletakkan di tengah dengan jamaah duduk bersila mengelilingi. Pelaksanaan biasanya seusai salat asar atau maghrib berjamaah. Dipimpin seorang pemuka agama, doa dan salawat didaras bersama sama. Sebelum pulang dengan masing masing membawa satu berkat, pemuka agama biasanya juga memberikan tausiyah.

"Dengan adanya pandemi Covid-19 ini ya kami harus mengadakan physical dan social distancing, maka semua kegiatan, terutama kegiatan keagamaan yang mengumpulkan banyak orang harus dihindari, "katanya. Pelaksanaan megengan daring berlangsung lancar. Dengan aplikasi zoom in wajah Gus Syauki muncul di layar utama.

Sementara wajah warga muncul di kotak kotak layar dengan ukuran lebih kecil. Dengan sistem daring, warga tidak lagi berkumpul di musala. Mereka cukup di rumah masing masing, dan cukup melakukan interaksi melalui via telepon selular atau laptop.

Saat doa keselamatan, kesehatan, termasuk memohon wabah Corona segera berlalu dilangitkan, warga bersama sama membalas dengan ucapan "amin". "Ini (daring) merupakan terobosan yang bagus. Untuk menjaga tradisi keagamaan jalinan ukuwah maupun syiar, "kata Gus Syauki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!