Relaksasi Ekonomi Diperketat, Kafe dan Restoran di Bandung Bertumbangan
Sabtu, 26 Juni 2021 - 05:27 WIB
Padahal, kata dia, kafe dan restoran sebagai elemen pariwisata merupakan penyumbang pendapatan daerah (PAD) terbesar untuk Kota Bandung. Maka, dapat dikatakan bahwa elemen pariwisata adalah penggerak roda perekonomian Kota Bandung.
"Saya khawatir kebijakan dine in 0 persen, akan berdampak pada lamanya waktu pemulihan ekonomi secara makro maupun mikro," katanya.
Di sisi lain, dengan program vaksinasi yang dilakukan pemerintah Republik Indonesia, bahwa semua sepakat bahwa vaksin adalah salah satu solusi dalam pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19.
AKAR – PHRI Kota Bandung, kata dia, memiliki data 11.000 karyawan kafe dan restoran yang siap untuk menerima vaksin. Pihaknya selalu bersinergi dengan Pemerintah termasuk pada saat menyelenggarakan vaksinasi kepada 3.000 karyawan hotel, kafe, restoran dan insan pariwisata lainnya.
"Saya khawatir kebijakan dine in 0 persen, akan berdampak pada lamanya waktu pemulihan ekonomi secara makro maupun mikro," katanya.
Di sisi lain, dengan program vaksinasi yang dilakukan pemerintah Republik Indonesia, bahwa semua sepakat bahwa vaksin adalah salah satu solusi dalam pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19.
AKAR – PHRI Kota Bandung, kata dia, memiliki data 11.000 karyawan kafe dan restoran yang siap untuk menerima vaksin. Pihaknya selalu bersinergi dengan Pemerintah termasuk pada saat menyelenggarakan vaksinasi kepada 3.000 karyawan hotel, kafe, restoran dan insan pariwisata lainnya.
(msd)
Lihat Juga :