PLTP Balawan Ijen Berkapasitas 110 MW Beroperasi Awal 2024
Kamis, 10 Juni 2021 - 21:50 WIB
"Pembangkit listrik berbahan batu bara dan listrik diturunkan dan diganti dengan pembangkit listrik yang bersumber dari EBT dinaikkan. Sehingga secara keseluruhan kapasitas sama," terangnya.
Plt. Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan menegaskan bahwa pemerintah provinsi Jawa Timur terus menggali potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebagai cadangan masa depan kebutuhan energi Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung percepatan peningkatan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Jawa Timur.
Baca juga: Kalau Gempa 8,7 M Terjadi, Ini Belasan Desa di Blitar Selatan yang Kena Tsunami
Menurutnya, energi merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, karena hampir semua aktivitas manusia memanfaatkan energi. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya jumlah penduduk, peranan energi sebagai pendukung pembangunan ekonomi menjadi sangat penting.
"Maka dalam pengelolaannya harus secara efektif, rasional, dan bijaksana agar kebutuhan energi pada masa sekarang dan masa yang akan datang dapat terpenuhi," tegasnya.
Drajat menjelaskan, kondisi saat di Jawa Timur total konsumsi energi listrik Timur sebesar 35.838 GWh. Pengguna energi listrik terbesar adalah sektor Industri mencapai 44%, selanjutnya sektor Rumah Tangga 37%, Perdagangan/usaha 13%, dan Sosial 6%.
Plt. Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan menegaskan bahwa pemerintah provinsi Jawa Timur terus menggali potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebagai cadangan masa depan kebutuhan energi Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung percepatan peningkatan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Jawa Timur.
Baca juga: Kalau Gempa 8,7 M Terjadi, Ini Belasan Desa di Blitar Selatan yang Kena Tsunami
Menurutnya, energi merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, karena hampir semua aktivitas manusia memanfaatkan energi. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi serta meningkatnya jumlah penduduk, peranan energi sebagai pendukung pembangunan ekonomi menjadi sangat penting.
"Maka dalam pengelolaannya harus secara efektif, rasional, dan bijaksana agar kebutuhan energi pada masa sekarang dan masa yang akan datang dapat terpenuhi," tegasnya.
Drajat menjelaskan, kondisi saat di Jawa Timur total konsumsi energi listrik Timur sebesar 35.838 GWh. Pengguna energi listrik terbesar adalah sektor Industri mencapai 44%, selanjutnya sektor Rumah Tangga 37%, Perdagangan/usaha 13%, dan Sosial 6%.
Lihat Juga :