Mengharukan, Ibunda Pengantin Pria Ungkap Percakapan Terakhir Anaknya Sebelum Loncat dari Lantai 7
Senin, 31 Mei 2021 - 23:46 WIB
Baca juga: Menyayat Hati, Curhat Pengantin Perempuan yang Pasangannya Tewas Loncat dari Lantai 7 Hotel
Namun sepertinya Alen tidak percaya dengan kata-kata dari ibunya itu. Alen kembali mempertanyakan keluarganya yang belum datang sementara keluarga dari mempelai perempuan sudah datang.
"Ma, so dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampe skarang belum sampe-sampe, parampuang pe orangtua so ada, kita malu ma kita pe keluarga nyanda ada cuma mama (Ma sudah dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampai sekarang belum sampai-sampai, keluarga perempuan sudah sudah ada, saya malu Ma, keluarga saya tidak ada hanya Mama," tuturnya.
Usai mengucapkan hal itu, Alen kemudian langsung masuk ke dalam kamar. Beberapa menit kemudian dia mendapat kabar kalau Alen sudah jatuh.
"Masa ngana mo ambil keputusan bagini cuma ngana malo deng kecewa Alen. Sekarang ngana pe pertanyaan mama mo jawab Alen, ngana cuma malo dan kecewa dorang terlambat datang Alen. Ngana harusnya berpikir Alen, ngana inga kasiang ngana masih ada ade Alen. (Mengapa kamu ambil keputusan begini cuma karena malu dan kecewa Alen. Sekarang pertanyaan kamu Mama jawab Alen, kamu cuma malu dan kecewa mereka terlambat datang Alen. Kamu seharusnya berpikir Alen, kamu harusnya ingat kasihan kalau kamu masih punya adik Alen)," tangis sang ibu di samping peti mati anaknya.
Baca juga: Total Uang Rp6M dan Perhiasan Berharga Milik Istri Wagub Dirampok Saat Insiden Perusakan Rumah Dinas
Namun sepertinya Alen tidak percaya dengan kata-kata dari ibunya itu. Alen kembali mempertanyakan keluarganya yang belum datang sementara keluarga dari mempelai perempuan sudah datang.
"Ma, so dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampe skarang belum sampe-sampe, parampuang pe orangtua so ada, kita malu ma kita pe keluarga nyanda ada cuma mama (Ma sudah dari tadi satu jam lalu bilang dalam perjalanan, sampai sekarang belum sampai-sampai, keluarga perempuan sudah sudah ada, saya malu Ma, keluarga saya tidak ada hanya Mama," tuturnya.
Usai mengucapkan hal itu, Alen kemudian langsung masuk ke dalam kamar. Beberapa menit kemudian dia mendapat kabar kalau Alen sudah jatuh.
"Masa ngana mo ambil keputusan bagini cuma ngana malo deng kecewa Alen. Sekarang ngana pe pertanyaan mama mo jawab Alen, ngana cuma malo dan kecewa dorang terlambat datang Alen. Ngana harusnya berpikir Alen, ngana inga kasiang ngana masih ada ade Alen. (Mengapa kamu ambil keputusan begini cuma karena malu dan kecewa Alen. Sekarang pertanyaan kamu Mama jawab Alen, kamu cuma malu dan kecewa mereka terlambat datang Alen. Kamu seharusnya berpikir Alen, kamu harusnya ingat kasihan kalau kamu masih punya adik Alen)," tangis sang ibu di samping peti mati anaknya.
Baca juga: Total Uang Rp6M dan Perhiasan Berharga Milik Istri Wagub Dirampok Saat Insiden Perusakan Rumah Dinas
Lihat Juga :